All, Prose & Poems

Adakalanya Menjadi Biasa Itu Indah – Sebuah Refleksi Puisi

prasaja lan samadya - setyodewi.com

Bukankah kesenangan tak harus selalu diterangkan secara berlebihan? Dan kesedihan tak melulu mesti diceritakan kepada keramaian? Adakalanya semua terlihat indah dengan menjadi biasa saja, seolah tak terjadi apa-apa.   Jangan Biarkan Aku Berlalu, Semestaku Ada bau basah pada embun pagi yang menetes lembut Disemilirkan angin yang mendadak berwajah riang Terbias cahaya dari ruang gelap yang perlahan tersibak Kesejukan pun berubah…

Read More

All, Prose & Poems

Senja Pasifik Selatan

Senja Pasifik Selatan kuizinkan senja menorehkan kata-kata untukmu menjadi bait-bait rindu yang hanya akan dilalui labuh jangkarku pada keindahan yang disuguhkan alam sore itu setelah badai taifun berlalu lihatlah awan yang menyeringai pada matahari laksana aku yang selalu ingin kau ada di sini seperti keheningan Pasifik Selatan yang menenangkan bagiku kau adalah kediaman seluas keliling bumi yang kuarungi sejauh itu…

Read More

All, Prose & Poems

Puisi Ini Kutulis Untukmu

puisi ini kutulis untukmu tercipta di antara rimbun pohon yang bertahan dengan senyapnya dalam hening malam yang bijaksana dan kedamaian yang dijanjikan purnama   puisi ini perihal mencintaimu seperti air yang mengalir menemui muaranya biarkan takdir menentukan sendiri ke mana akan membawanya   puisi ini rapalan doaku tengadah di setiap jelajah elegi sunyi di pelukan rumput basah bersama rindu yang…

Read More

All, Prose & Poems

Sebait Doa Dalam Barisan Rindu

Kusebut namamu dalam sujud dhuhaku pagi ini. Ada air mata yang tertumpah, yang entah kenapa begitu saja mengalir di pipi. Sungguh ingin aku tahu keadaanmu di sana. Hanya saja kabar darimu tak kunjung ada. Kulanjutkan tengadah tanganku selepas sujud terakhir. Lagi-lagi namamu yang muncul dan terpikir. Banyak harapan yang aku panjatkan pada-Nya. Selain agar kau di sana baik-baik saja. Di…

Read More

All, Prose & Poems

Rindu yang Tak Berujung Temu

Puisi yang kauseduh untukku, bersambut pilu, tak berujung temu.- Ingin kusambut, rindumu yang menggelayut, namun harapku fana, asaku sirna.- Andai ku bisa datang menjenguk rindumu, kan kuhabiskan cangkir sepimu.- Kita adalah sepasang rindu yang terbelenggu, hingga luruh tak mungkin berlabuh.- Kusisipkan harap dalam penantianmu, agar tak retak candi rindumu.- Maaf ku tak bisa menyuburkan semi cintaku, biarlah harapanmu mendekap gundahku.-…

Read More