All, Prose & Poems

Menulis Puisi? Ini Dia Tips Praktisnya

menulis puisi - setyodewi.com 1

“Mengapa aku suka menulis puisi? Karena lewat kata-kata kau bisa selalu kucintai…”

Menulis puisi? Bagi sebagian orang mungkin dianggap sebagai hal yang susah dilakukan, bahkan jika ia pun suka dengan puisi. Aku nggak bisa nulis puisi, aku nggak puitis. Seringkali itu komentar yang muncul setiap kali meminta teman untuk coba menulis puisi. Saya sering mengunggah puisi ke status whatsapp. Kadang ada yang mengomentari bahwa puisi saya bagus, atau kirim emoticon ‘love’. Lalu saya balas menanggapi dengan bilang “Coba sesekali tulis..”. Dan jawabannya ya begitu tadi. Bahkan ada yang bilang “Nggak bisa buat bayar cicilan ah puisi..” hahaha.

Menulis puisi bukan masalah berjiwa puitis atau tidak. Mungkin bukan susah, tetapi karena belum mau, belum coba dan belum terbiasa aja. Saya juga menulis puisi asal nulis aja sebenarnya. Ngikutin apa yang dirasakan lalu ditulis. Memang awalnya ya asal nulis aja, coba-coba. Hasilnya juga seadanya. Nah, saya yang masih sangat amatir ini mau coba sharing sedikit tips menulis puisi dari apa yang saya lakukan agar teman-teman mau dan punya semangat untuk menulis puisi. Ini juga yang pernah saya bagikan saat saya diminta sharing oleh teman-teman dari komunitas Ruang Puisi Kita (RPK).

Mengapa Menulis Puisi

Baik itu puisi atau bukan, tentunya kita punya alasan dan tujuan mengapa menulis selain karena ingin tulisan itu dibaca orang.

1. Membuat legacy. Dikenang lewat tulisan. Kita nggak tahu kapan akan nggak ada, salah satu cara yang bisa dilakukan agar karya kita tetap ada adalah meninggalkan jejak lewat tulisan. Puisi mungkin bisa jadi pilihan. Apalagi jika kita sudah bisa membukukan karya, misalnya menerbitkan buku antologi puisi. Saya sendiri belum sih, masih berencana, hehe.

2. Menuangkan perasaan dan pemikiran ke dalam tulisan. Puisi bisa menjadi salah satu sarana untuk mengungkapkan pemikiran, juga perasaan. Tak jarang puisi dipakai untuk menuliskan kegalauan, mengungkapkan perasaan jatuh cinta, rindu, patah hati, bahkan kritik dan sindiran. Nah, apa salahnya menulis puisi saat kau patah hati jika nanti bisa membuahkan royalti. Katanya sih gitu, hehe.

3. Membagi manfaat kepada orang lain. Saya pernah menulis puisi dan saya buat ulasannya di blog, lalu tautannya saya share di status wa. Ada teman yang baca kemudian dia minta izin untuk nge-print tulisan itu. Katanya mau dikasih ke anaknya biar baca. Senang banget kalau tulisan kita bisa bermanfaat buat orang lain. Puisi yang saya tulis tentang menyikapi kesenangan dan kesedihan dengan wajar dan tak berlebihan, sehingga seolah semua terlihat biasa saja, meski untuk melakukannya tidaklah mudah. Kalau penasaran, bisa baca di sini ya dan beberapa puisi lain di sini. 🙂

Membangun Keinginan Menulis Puisi

Banyak orang suka baca puisi tapi giliran nulis mikirnya lama. Memang tidak bisa serta merta. Saya juga sudah sejak lama suka puisi, tapi nggak pernah menulis. Tahun 2000 saya beli buku puisi karya sastrawan India, Rabindranath Tagore. Tahun 2001 saya mulai mengenal puisi Pak Sapardi Djoko Damono. Tapi saat itu saya juga belum tergerak menulis. Supaya termotivasi untuk nulis, pastinya diawali dengan kemauan. Tipsnya sbb:

1. Menyukai puisi.

Salah satu cara untuk membangun keinginan menulis puisi ya menyukai puisi. Bisa dengan membacanya sendiri atau membacakannya di depan umum. Kalau udah suka, lama-lama ingin bisa menulisnya, penasaran gimana caranya, lalu mencoba. Saya suka baca puisi atau sajak-sajak pendek. Puisinya Joko Pinurbo, Sapardi Joko Damono, Aan Mansyur, puisi-puisi Pak Hasan Aspahani, Pak Ibnu Wahyudi, juga puisinya almh Kak Yunita Tresnawati rahimahullah.

menulis puisi - setyodewi.com 4
Saat membacakan puisi di acara Sajak Selasa, Bentara Budaya Jakarta.

2. Temukan wadah/fasilitas menulis puisi.

Cari sarana atau wadah yang bisa mendorong atau memberikan fasilitas untuk menulis puisi dan mengunggahnya. Yang paling mudah ya media sosial. Tulis puisi di caption instagram, status wa, facebook, twitter dll. Banyak akun-akun puisi yang juga bisa di-follow (IG: wikipuisi, puisihelvy, gilasastra, senimenulis), lalu bisa tag akun mereka juga saat posting. Akun-akun penyair juga ada.

Komunitas juga bisa menjadi fasilitas untuk penulisan puisi. Kubbu adalah yang paling memotivasi saya untuk bisa menulis puisi karena ada progam mingguan puisi dan fiksi mini. Satu lagi bisa melalui grup WA yang isinya tentang kepenulisan.

Kadang pas bikin status yang isinya puisi, ada aja yang izin untuk screenshot, lalu dibagikan atau disimpan sendiri. Ada juga yang menanggapi, “Maaf Mbak, suka ngintip statusnya, slalu mau baca puisinya”. Apresiasi seperti itu kadang juga menjadi motivasi untuk semakin ingin menulis.

3. Ikut lomba

Untuk mengasah dan menguji kemampuan, bisa juga sekali-sekali ikut lomba menulis puisi. Waktu ikut lomba puisi dalam rangka Karnaval Kubbu sebenarnya saya nggak punya ide sama sekali. Temanya berkaitan dengan alam yang saya juga jarang bersentuhan. Sampai akhirnya saya ingat kalau saya pernah dikritik teman. Dia bilang “Kapan-kapan mesti ke alam, jangan sampai membusuk di kota”. Dari sini akhirnya saya punya ide dan ikut lomba, dan alhamdulillah juara 2.

menulis puisi - setyodewi.com 3

Langkah-langkah Menulis Puisi

Setelah ada keinginan menulis, berikut ini langkah-langkah sederhana buat teman-teman yang ingin menulis puisi.

1. Mengumpulkan ide.

Catat sebanyaknya ide, kapan pun, di mana pun. Saya sering dapat ide di kamar mandi. Sampai kepikiran untuk namain pintu kamar mandi dengan tulisan Ideas Chamber (ruang ide). Saya seringnya tulis ide-ide di notes hp. Kadang ide itu hanya berupa 1 kata, misalnya “kelindan”, lalu menjadi “rindu yang berkelindan”. Dari situ bisa dikembangin jadi 1 puisi. Mau jam berapa pun dapat ide langsung catat. Pernah juga jam 2 malam sudah rebahan tapi belum bisa tidur lalu dapat ide satu kalimat dan langsung tulis ide tersebut.

Saya juga sering juga dapat ide dari lagu, video klip, dan foto. Lalu dari pelajaran sehabis mengaji (ayat Al-Qur’an) atau dari aktivitas yang dilakukan saat itu juga misalnya minum kopi. Apalagi pas hujan biasanya ide bermunculan.

2. Menuangkan ide ke dalam tulisan.

Ada beberapa hal yang biasanya saya lakukan sebelum memulai menulis puisi.

– Riset

Untuk menulis puisi, saya tetap perlu riset. Saya pernah bikin puisi tentang rindu naik gunung. Saya belum pernah mendaki. Ke gunung pernah, camping juga, tapi untuk kegiatan diklat, bukan mendaki. Jadi puisi itu adalah tentang keinginan saya untuk mendaki, untuk bisa lihat langit dari puncak gunung. Saat itu saya googling, cari gambar puncak gunung, juga bukit. Cahaya matahari saat sunrise di puncak itu gimana sinarnya, warnanya apa. Puisi yang saya tulis itu akhirnya saya titipkan ke teman yang pergi ke Merbabu dan di puncak Merbabu dia fotokan puisi itu. Atau misal pas pengin bikin puisi tentang bintang, saya cari gambar gugusan bintang (Milky Way).

–  Mengumpulkan kata-kata dan frasa-frasa.

Kadang kalau udah dapat ide, bingung, mau menyusun kalimatnya gimana. Nah saya kumpulin kata-kata dulu. Misal: adiwarna, savana, punggung bukit, rumput basah, ranting patah, dll. Kalau ketemu diksi baru, catat, terus coba bikin puisinya. Pernah nemuin kata indurasmi, yang artinya sinar rembulan. Lalu kata simulakra (dunia khayal, perpaduan memori dan harapan), amigdala (pusat memori yang menyenangkan), bentala (bumi), derana (tabah), asmaraloka (dunia cinta kasih), dll. Dari kata-kata, kembangkan menjadi frasa, misalnya: rintihan hujan, bisik dedaunan, irama hujan, mencipta simulakra, jiwa derana, dll.

3. Mengembangkan ide ke dalam tulisan.

Seperti umumnya menulis, maka dimulai dengan menyusun draft puisi, menuliskan kalimat-kalimat puisi dengan menggabungkan kata-kata dan frasa-frasa. Percantik kalimat dan perkuat makna dengan menggunakan perangkat puitika seperti rima, gaya bahasa, majas baik personifikasi ataupun metafora. Saya seringnya menggunakan personifikasi, misalnya “angin yang berbisik pada bentala”. Bisa juga menggunakan simile, yang berupa kata penghubung: layaknya, umpama, serupa, dll. Judul puisi bisa duluan bisa belakangan. Kalau saya lebih sering dapat judul duluan. Setelah itu langkah berikutnya adalah editing, apakah ada diksi yang perlu diganti agar puisi terasa lebih indah misalnya.

4. Minta feedback ke orang lain.

Minta teman untuk baca karya puisi kita. Usahakan teman yang bisa kasih feedback secara jujur dan nggak punya rasa nggak enakan. Saya punya sahabat yang sering saya jadikan tempat pertama untuk proofread tulisan saya baik puisi maupun tulisan lainnya. Dia sangat apa adanya, bahkan kejam jika mengritik. Kadang dia bilang tulisan saya romantis, manis, atau puisinya dalem tapi nggak cengeng. Lain waktu dia komentari kurang greget, konflik terlalu datar, kurang dramatis, dll.

menulis puisi - setyodewi.com 2
Salah satu puisi pendek yang saya tulis setelah melihat video klip sebuah lagu.

Pengalaman Menulis Puisi

Kadang saya menulis puisi juga tergantung mood, suka-suka, random. Saat ada ide spontan biasanya akan saya tulis langsung sebagai puisi mini atau sajak pendek. Saya juga lebih sering bikin puisi di perjalanan. Beberapa waktu terakhir saya juga selalu selipkan puisi dalam cerpen yang saya tulis. Ini semata untuk membentuk kekhasan dalam tulisan dan untuk semakin mengasah kemampuan memadukan puisi dan cerpen. Saya juga kadang menulis puisi dari kejadian apa yang sedang dialami. Misalnya saya sendirian ke makam ibu saya di suatu sore yang gerimis, hanya ada saya sendiri, ditemani gundukan tanah dan daun serta kembang yang berguguran dari pohon di sekitar makam. Bisa deh itu jadi 1 puisi. Berikut ini puisinya.

hujan

dan kembang yang berguguran

 

ini bukan cerita tentang kesedihan

tapi hujan di pekuburan

yang turun perlahan-lahan 

menimpa kembang kuning dan merah di atas gundukan

 

kembang kuning tak berkata apa-apa

ia pasrah pada takdirnya

pada dingin air yang menyusupi putiknya

pada angin yang dengan lembut menggugurkannya

 

kembang merah layu di sore abu-abu

mencoba tersenyum menyambut alunan senja nan syahdu

hujan pun mengantarkan rindu embun padanya

tanpa keluh kesah ia menghias pusara

 

sekali lagi ini hanya tentang hujan

dan kembang yang berguguran

mereka berbisik pelan pada bentala

menguar segala rasa dan kenangan

dari sebuah jiwa derana 

yang bersemayam di sana

 

~•embunpagi

 

Kayuwangi, 15 Oktober 2020

Saya tidak terlalu memusingkan penggunaan perangkat puitika puisi seperti metafora, simile, gaya bahasa, rima, dan diksi. Nulis ya nulis aja dulu, toh bisa diedit belakangan. Kalau nggak sreg dengan hasilnya, skip dulu. Lain waktu bisa dilihat ulang, diperbaiki lagi. Oiya saya tidak akan bahas detail tentang perangkat puitika tadi ya. Lebih baik nanti belajar dari pakarnya langsung aja, hehe. Apa yang saya bagikan ini adalah apa yang saya lakukan, dari apa yang saya pelajari secara mandiri. Masih banyak sekali kekurangannya.

Kadang kita baru bisa melakukan sesuatu -termasuk menulis puisi- kalau bukan karena suka, ya karena terpaksa. Nah kalau memang ingin bisa, kadang memang harus memaksa diri sendiri. Jadi, kadang kita mesti menemukan hal-hal yang akhirnya bisa menuntun kita yang tadinya nggak mau nulis, akhirnya harus nulis, terus lama-lama bisa nulis, dan akhirnya suka/cinta nulis.

It starts with don’t want to write, then have to write, become able to write, and love to write.

Teman-teman saya yang tahu kalau saya suka menulis puisi ada yang memanfaatkan ini. Sudah 3 kali saya diminta untuk membuatkan PR menulis puisi dari sekolah anak-anaknya. Maunya sih nggak membuatkan, tapi gimana lagi kalau anaknya sudah ngambek dan nangis. Semoga saja ada ladang amal baik dari sini, hehehe. Terakhir, semoga dari apa yang sedikit ini bisa bermanfaat dan memotivasi teman-teman untuk mencoba menulis puisi. 🙂

45 thoughts on “Menulis Puisi? Ini Dia Tips Praktisnya

  1. Mungkin aku bukan pengagum puisi, tapi ada bagian dari kebiasaan aku yang relate sama kebiasaan mba dewi di postingan ini yaitu suka kumpulin kata2 yang indah, misalnya seperti tadi mba dewi sebutin itu..
    Sejauh ini kata2 yang paling aku suka yaitu eunoia n petrikor..
    Kalo aku buat dijadiin bahan nulis biasa aja soalnya mungkin ngga nyeni nih..hehe.

    Btw, nice sharing!

  2. Nulis yaa nulis aja. Kalimat yang sering aku pakai kalau ngblog. Tapi belum pernah bikin secara khusus untuk puisi.
    Tapi aku sering mendengarkan puisi di youtube. Kadang terdengar sederhana, kata yang dipakai adalah kata yang biasa kita pakai. Namun, mereka mampu menyampaikan pesan dalam puisinya.

    Oyaa mbak, aku baru tahu frasa-frasa yang mbak dewi tulis di atas. Terdengar unik dan asing di telinga…hihihihi

    Mbak dewi, makasih untuk puisinya 😀

  3. Puisinya. Kata kata indah yang sarat makna. Kak Dewi, Kak Tuti dan Kak Yunita Rahimahullah padanan katanya sangat Pas.

    Terima kasih kak untuk berbagi, tips. semoga aku bisa nulis puisi sebagus kalian. Semoga niatnya terkumpul. Hehehe

  4. Ternyata menulis puisi itu nggak asal nulis aja ya, Mbak. Ada prosesnya, seperti pengumpulan ide, riset, hingga mengumpulkan frasa. Keren banget! Aku dulu juga sering nulis puisi, cuma buat pribadi aja. Di notes hp juga. Setelah itu, lamaaaa banget nggak nulis. Sekarang setiap mau bikin puisi rasanya susah banget. Kayak mentok gitu, haha… Dengan tips yang Mbak Dewi tulis, semoga aku bisa menulis puisi lagi 🙂

    1. Woow ilmu tentang cara menulis puisi yang busa dicoba nih mba…aku suka baca puisi tapi gilitan mau coba bikin langsung blank…hahaha….tp abis baca step by step di ulasan ini, oh ternyata aku yang langsung maunya instan…padahal kan bsa dikit-dikit dicicil ya…thank you ilmunya mba..

  5. Kak Dewi memang panutanku dalam hal menulis kata-kata indah, puisi, atau sekedar foto dengan caption yang menarik, diam-diam aku suka baca updatean story whatsappnya kakak loh. Dan ternyata nulis puisi ada teknisnya juga ya, gak asal nulis aja begitu, aku baru tau, infonya membantu banget kak. Semoga tetap menginspirasi 🙂

  6. Mbak pembukanya sukses menonjok aku huhu
    Nggak pernah baca buku puisi, nggak suka baca puisi, dan nggak pernah nyoba. Ya gimana mau bisa yak 🙁

    Ah tapi emang puisi-puisinya Mbak Dew itu suka jleb, aku masih paham dan maknanya pas. Harusnya resolusi 2021 aku tambahin belajar menulis puisi yak 😀

  7. Selalu suka sama puisi mbadew. Btw soal puisi aku juga pernah diminta sama teman bikinin puisi untuk prakarya anaknya di sekolah. Wkwkwk

    Entah apa alasannua, hanya karena dia liat aku di ig jadi admin klub nulis2 katanya. Hahaha

  8. Dulu jaman sma suka baca kumpulan puisinya khalil gibran. Jadi seneng nulis puisi. Dulu kalo ada kosakata bagus yang nelintas di kepala sering dicatet. Kali2 bisa buat kata2 puisi. Sekarang anaknya males banget. Huhuhu. Kayaknya harus nulai lagi nih nulis puisi

  9. tadi pagi bantuin anak lanang bikin puisi buat tugas sekolah, ya Tuhan…bikin puisi buat anak kelas 4 SD aja buntu hahahaha, trus liat pusinya mba dew…daebak…kosakatanya kaya banget, jadi pengen stalking status wa nya mba dewi hahhahaha

  10. Awal baca artikel, berasa bgt itu Clara.
    “Aku ga bisa bikin puisi. Baca puisi dengan gerakan-gerakan juga ga bisa.” Kalimat andalan kalau ditunjuk untuk ikut lomba menulis & baca puisi antar kelas saat SMP & SMA.
    Eehh akhir minggu kemarin, sepupu dapet tugas bikin puisi dan meminta bantuan Clara. Udah seneng-seneng lulus sekolah terbebas dari tugas bikin n baca puisi, tapi ternyata ga bisa lepas 100%. Kebayang anak-anak Clara pada sekolah terus bilang, “Ma, aku ada tugas bikin puisi, bantuin.” Udah pasti bakalan Clara tinggal tidur. Hahaha

    Kalian yang mencintai puisi itu keren, termasuk dirimu Yayuk Dewi. ❤❤

  11. “Nggak bisa buat bayar cicilan ah puisi..”
    Ku kurang setuju sama yang bicara begini.
    Karena pernah ketemu sama temen yang sering terima orderan nulis puisi.
    Siapa tau mba nya nanti bisa ngebalikin perkataan temennya yah, dari puisi banyak cicilan yang akhirnya bisa dilunasin.
    Eniwei, baca tulisan ini ku jadi termotivasi buat nulis lagi.
    Plus mengenang masa pernah ikutan lomba baca puisi jaman sekolah, yang berakhir kalah.
    Tapi pengalamannya menarik banget.

  12. Wah, jadi kangen nulis-nulis puisi lagi. Dulu juga suka nulis dengan format ala kadarnya. Sekarang paling bikin tulisan-tulisan pendek di Twitter atau Instagram.

  13. Dulu aku enggak suka puisi. Pernah sampai bolos kelas puisi. Sejak baca beberapa puisi Aan Mansyur, Joko Pinurbo, & Pak Sapardi, jadi mulai suka puisi tapi enggak jago nulis puisi.

    Ternyata enggak mudah ya, ada proses panjang untuk bisa menulis puisi. Terima kasih sharing step by step menulis puisinya. Semoga suatu saat bisa ngikutin jejak Mbak yang jago nulis puisi dengan diksi yang pas.

  14. orang-orang yang puisi nya bagus adalah orang2 yang pemikirannya dalam, yang baca bukunya rajin, yang wawasannya luas. Di mataku orang yang jago berpuisi gak sekedar romantis tapi juga cerdas. Karena gak akan pernah mudah menyampaikan rasa denga kata dan frasa yang punya batas jumlah.

  15. Tipsnya bagus nih mba Dewi, segera diterapkan. Entah mengapa, bagi saya orang yang bisa buat puisi itu keren. Apalagi puisinya penuh penghayatan dengan pilihan diksi yang tepat. Bahkan dari puisi memang belajar kata yang jarang digunakan tetapi bermakna.

  16. Tipsnya pas banget buat aku yang sama sekali ga bisa buat puisi. Enggak mudah rasanya buat aku mengumpulkan kata per kata untuk puisi. Tapi selalu suka baca puisi karena maknanya selalu buat aku merasa takjub.

  17. Demi apapun aku sudah lama banget gak bikin puisi puisian…. Terakhir bikin bikin kata kata kaya puisi waktu masih kuliah, lepas itu sibuk cari kerja dan lupaaaa 😭😭😭

    Baiklah akan aku coba bikin puisi lagi

  18. Tips praktis ( terbaca oleh saya ‘ tips keren’ ) menulis puisi dari mbak Dewi sungguh asik banget untuk dijadikan acuan. Bahwa, dibalik hadirnya suatu puisi ada proses significant. Hem, pantaslah puisi-puisi mbak dew sangat ‘kaya’, berjiwa, halus dan penuh makna. Jadi kapan kita ngopi cantik sambil ngobrolin puisi?

  19. Wah ternyata menulis puisi perlu riset juga yaa heheeh. Dulu pas masih SMP saya juga suka nulis di buku diary hehe. Terus saya suka kasih lihat teman2 saya dan minta pendapat mereka.

    Tapi saya bikinnya gak sampe riset sih. Nulis yg ada di kepala sama apa yg saya rasa aja. Makanya progress nulis puisi juga gitu2 aja hehe

  20. Bagus sekali Mbak Dewi, saat ziarah ke makam Ibunda jadi puisi secantik ini..
    Keren dirimu, banyak puisinya dah kubaca di medsos.
    Memang seringkali saat saya nulis puisi sudah mikirin teknis dan segala hal ribet lainnya. Hm..berarti nulis aja dan nanti kalau mau revisi ya ubah. Baiklah…
    Btw, cerita penutup kok sama…aku beberapa kali dimintai tolong teman buat tulisan untuk PR anaknya duh…bukan puisi sih, semacam mini artikel gitu. Padahal anakku sendiri kusuruh bikin sendiri baru aku bantu editing hihi…

  21. Paragraf awalnya aku banget mbak, hehe paling susah mengekspresikan perasaan kedalam bait puisi, kadang udah bikin puisi eh pas baca malah geli sendiri, hehe. Makasi tipsnya mbak semoga bisa ak praktekkan yaaa.

  22. Suka sama quote awalnya, mengapa aku suka menulis puisi? Karena lewat kata-kata kau bisa selalu kucintai.. Ahhh, mengapa rasanya terdengar begitu dalam juga pilu untukku.
    Dan, ya..rasanya aku termasuk yang agak cukup kesulitan untuk dapat membuat puisi dengan cukup cepat, biasanya karena lebih di pemilihan diksinya, meski kadang juga bisa Sekilat(tapi tidak sering).
    Mbak Dew kemudian rasanya seperti membimbing tentang bagaimana kita dapat menulis puisi, dengan mengemukakan alasan-alasan mengapa kita perlu menulis puisi.
    Semuanya ditulis oleh mbak Dew dengan cukup lengkap, menggugah, juga menginspirasi.
    Terimakasih untuk sharingnya yang bermanfaat mbak Dew.
    Keren Keeatif. Keep it up! Semangat terus mbak…

  23. Aku setuju dengan poin : Menuangkan perasaan dan pemikiran ke dalam tulisan, Mba

    Entah kenapa, kalau lagi happy ya cuma bisa nulis yang happy, begitupun kalau galau. Tapi ya katanya juga nulis puisi itu harus dituliskan ya mba. kalau tidak ya, tidak pernah jadi puisi. #LAH

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *