All

Cerita di Balik Pandemi: Semoga Vaksin Corona Segera Tersedia

vaksin corona - setyodewi.com 1

Selama lebih dari satu tahun ini, rumah sakit sudah tak asing lagi dalam keseharianku. Meskipun nggak tiap hari ke rumah sakit, tapi dalam satu bulan pasti berkunjung ke sana, menemani ibu almarhumah berobat dan kontrol di Semarang. Ibu yang sakit kanker harus rawat jalan karena menjalani kemo oral (kemoterapi dengan minum obat) tiap 3 minggu sekali. Semula semua berjalan lancar dan aman-aman saja. Namun, semenjak pandemi virus corona melanda negeri tercinta ini, menjadi sedikit terkendala. Aku yang tinggal di Depok sempat nggak bisa pulang beberapa bulan. Di samping karena khawatir tertular virus corona, khawatir menjadi carrier virus, juga karena adanya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang ditetapkan pemerintah.

vaksin corona - setyodewi.com 2

Aturan ketat diterapkan di tiap wilayah. Protokol kesehatan sangat utama. Bahkan di rumah sakit pun ada pengurangan jumlah pasien sampai 50%. Saat mendaftar periksa secara daring, kuota yang biasanya masih tersedia ternyata sudah penuh. Terpaksa menghubungi pihak rumah sakit, cari-cari nomor dokter, lalu hubungi dokter dan minta acc, agar tetap bisa kontrol sesuai jadwal. Kalau nggak, maka kemo ibu akan tertunda dan siklusnya jadi berubah lagi.

Bolak-balik Rumah Sakit di Masa Pandemi

Pada bulan Juli aku memaksakan diri untuk pulang karena kondisi Ibu yang agak kurang baik. Karena saat itu tes rapid masih agak sulit didapat, maka aku pakai transportasi bus antarkota yang tidak mewajibkan tes rapid. Bolak-balik rumah sakit sudah menjadi kebiasaan, dengan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes). Masker nggak pernah ketinggalan, juga hand sanitizer dan sebentar-sebentar selalu cuci tangan. Paranoid? Mungkin iya. Namanya juga menyambangi rumah sakit dalam kondisi seperti itu. Tapi mau bagaimana lagi? Tetap harus dijalani. Di rumah sakit pun selalu menjaga jarak dan menghindari mengobrol.

vaksin corona - setyodewi.com 3

Rileks Tapi Tetap Waspada

Karena dijalani dalam periode yang lama, akhirnya jadi terbiasa. Yang tadinya dihantui rasa khawatir akan tertular virus corona, sampai timbul perasaan ‘cuek’. Bukan cuek abai terhadap prokes dan lantas mengganggap corona tidak ada ya, tapi lebih rileks, selalu mencoba tenang, dan tetap waspada. Selain itu, selalu menanamkan pikiran positif dalam diri, untuk selalu sehat, dan optimis tentunya. Apalagi aku mendampingi ibu, yang harus selalu dimotivasi untuk sembuh. Aku nggak boleh down, harus selalu gembira menjalaninya. Juga selalu berpikiran bahwa ini adalah apa yang bisa kukerjakan untuk berbuat baik kepada orang tua, birrul walidain. Pernah suatu ketika rasa khawatir memuncak, karena kondisi tubuh yang sedang tidak fit. Akhirnya ke rumah sakit dengan segala proteksi yang bisa dilakukan. Pakai masker dobel, face shield dan sering-sering pakai hand sanitizer. Sampai suatu saat aku bawa ibu ke rumah sakit karena kondisi yang sangat kritis, dan ketika urus administrasi di IGD, terlihat ambulans yang menurunkan pasien covid. Rasanya deg-degan setengah mati. Saat itu pula untuk beberapa hari aku berada di rumah sakit sampai ibu akhirnya tutup usia.

Dampak Pandemi

Dampak virus corona memang sangatlah dahsyat dalam segala lini kehidupan masyarakat kita, juga dampak buruk di berbagai sektor di tiap negara. Saat ini pun penyebarannya masih belum bisa dikendalikan. Bahkan di beberapa daerah semakin terjadi loncakan kasus. Mengutip berita dari detiknews, pada 17 Desember lalu tercatat penambahan sekitar 7354 kasus hingga jika ditotal sudah tembus lebih dari 600 ribu kasus. Perkembangan jumlah kasus ini membuat pemerintah semakin memperketat aturan terutama mobilitas orang antar daerah, apalagi mendekati libur panjang natal dan tahun baru. Pandemi memang sudah membuat masyarakat keki, mati gaya, dan bosan diam di tempat. Namun, semua harus tetap bersabar karena keselamatan jiwa tetaplah nomor satu.

Vaksin Corona Sebagai Solusi

Kabar ditemukannya vaksin corona serasa menjadi angin segar. Apalagi sudah ada beberapa vaksin yang telah disetujui untuk disebarluaskan. Semoga vaksin ini nanti benar-benar menjadi kabar gembira sebagai solusi untuk menghentikan pandemi corona. Seperti dilansir oleh Kompas, ada 6 jenis vaksin yang ditetapkan untuk dapat diterapkan dalam vaksinasi covid-9 di Indonesia, yaitu: vaksin dari PT Bio Farma (Persero), vaksin Astra Zeneca, Sinopharm, vaksin Moderna, vaksin Pfizer dan satu lagi Sinovac. Saat ini vaksin-vaksin tersebut masih melalui tahap uji klinis untuk mengetahui efektivitas juga efek sampingnya. Meskipun bisa jadi penggunaannya nanti dapat berubah karena sekarang masih dalam tahap uji klinis, paling tidak berita ini sedikit membuat tenang. Presiden Jokowi bahkan sudah menyampaikan bahwa masyarakat bisa mendapatkan vaksinasi secara gratis.

vaksin corona - setyodewi.com 1

Bagi aku pribadi, apa pun nanti jenis vaksin yang akan diterapkan, semoga benar-benar menjadi solusi berhentinya penyebaran virus corona ini. Aku masih harus bolak-balik ke rumah sakit. Kali ini menemani Bapak yang harus menjalani fisioterapi untuk penyakit saraf kejepit yang dideritanya. Jika nanti sudah ada vaksinasi, semoga nggak terjadi lagi penyebaran sehingga nggak khawatir lagi pergi ke rumah sakit. Mana kalau di rumah sakit itu nggak mungkin cukup sebentar. Minimal berada di sana 3 jam. Kontrol dokter kadang memakan waktu lama karena antrean yang lumayan panjang. Belum lagi saat ambil obat di apotek. Kalau sudah keburu siang, siap-siap untuk mengantre lama. Yang antre banyak, kerumunan nggak bisa dihindarkan. Ini juga bikin ngeri.

Halodoc – Solusi Kesehatan dalam Satu Aplikasi

Beruntungnya baru-baru ini aku tahu ada aplikasi halodoc. Mungkin aku telat sih tahunya, tapi lebih baik telat daripada nggak telat kan, eeh. Daripada tidak tahu sama sekali maksudnya. Ternyata lewat aplikasi Halodoc yang ada di handphone, kita bisa dengan mudah mengakses berbagai layanan medis. Bisa chat dengan dokter untuk konsultasi, membuat perjanjian dengan dokter di rumah sakit. Kemudahan lainnya adalah beli obat di apotek tanpa antre dan bisa diantar. Wah enak banget ternyata. Jika pakai asuransi juga ternyata bisa dikoordinasikan via aplikasi ini, baik umum maupun BPJS. Kalau mau beli obat baik resep maupun nonresep seperti obat-obatan pribadi dan vitamin juga bisa. Semua hanya dari satu aplikasi dan nggak perlu ke mana-mana. Oh iya, tes covid-19 juga bisa via halodoc ini. Sejujurnya aku selama ini belum pernah tes. Aku ke luar kota dengan naik bus yang nggak perlu tes. Takut juga sih kalau tahu hasilnya, hehe. Tapi nanti jika memang kondisi mengharuskan untuk tes, aku bisa booking tes via halodoc. Kalau nanti vaksinasi sudah bisa dilaksanakan, aku juga bisa dapat kemudahan untuk booking vaksinasi dari aplikasi halodoc.

vaksin corona - setyodewi.com 4

Pandemi belum usai. Semoga vaksin segera tersedia. Sambil menunggu, kita masih harus disiplin mematuhi protokol kesehatan. Kita masih harus sabar. Apa pun yang terjadi, kita utamakan keselamatan jiwa. Aku, kamu, kita. Saling menjaga. Semoga segera berakhir pandemi di muka bumi ini.

***

Sumber gambar: Pixabay dan Pexels

Tagged , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *