All, Travel

Gumuk Reco: Wisata Alam Ekstrem dengan Pemandangan Indah

Gumuk Reco - Setyodewi.com

Gumuk Reco adalah salah satu tempat wisata alam ekstrem yang ingin saya datangi lagi nanti kalau pulang kampung. Pasalnya, waktu saya ke sana bulan September 2019 lalu, saya perginya kepagian. Alhasil, nggak bisa cobain semua wahana yang ada. Gumuk Reco merupakan sarana rekreasi hutan dan perbukitan yang berada di wilayah Kabupaten Semarang, tepatnya di Dusun Kenongo, Desa Sepakung, Kecamatan Banyubiru. Desa Sepakung adalah daerah asal ibu saya, terletak di pegunungan yaitu lereng gunung Telomoyo. Setelah menikah dengan bapak, ibu pindah ke rumah yang dekat dengan tempat tinggal bapak, desa Gedong. Masih di satu kecamatan, tapi di kaki gunung Gajah. Beda gunung, haha.

Saya sudah lama penasaran dengan Gumuk Reco. Tahu tempat wisata ini justru dari foto yang beredar di instagram. Kekepoan akut akhirnya menuntun saya untuk nggak menyia-nyiakan pas ada kesempatan ke sana. Saat itu memang sebetulnya waktunya kurang tepat untuk jalan-jalan. Hari Jumat, pagi pula. Mau gimana lagi. Mas sepupu yang nawarin nganter bisanya cuma di hari itu. Hari lainnya dia kerja. Hari itu pun dia kerja tapi masuk siang. Ya sudahlah.

Perjalanan Menuju Gumuk Reco

Pagi itu jam 7, Mas Rofiq, sepupu saya, sudah datang ke rumah. Setelah saya mandi dan sarapan, kami segera berangkat naik motor. Kebetulan rumah Mas Rofiq agak dekat dengan lokasi Gumuk Reco dan dia sudah menguasai medan. Oh ya, kenapa saya nggak berani sendiri pergi ke sana? Padahal udah biasa main ke mana-mana, pecicilan, hehe. Karena lokasi Gumuk Reco ini terbilang cukup esktrem. Jalan menuju Gumuk Reco lumayan membuat kita menahan napas, hhh. Apalagi naik motor. Saya nggak berani sendiri. Makanya nunggu ada yang anterin. Kami juga bukan naik motor khusus untuk trek pegunungan atau tanjakan, tapiii..naik motor matic. Hehe..Bismillah aja. Saya yakin aja karena yang bawa motor orang sana.

Gumuk Reco - Setyodewi.com

Ada dua jalur menuju ke lokasi Gumuk Reco. Yang satu lewat desa Kepil, tetapi tanjakannya sangat terjal. Satu lagi, lewat desa Gilang, lalu dusun Trowangi. Meskipun lumayan bikin deg-degan juga, tapi masih mendingan,  sehingga kami memilih lewat sini. Jalan yang kami lewati naik turun, naiknya ekstrem, turunnya juga curam. Mesti pegangan kenceng pokoknya. Untungnya, sepanjang jalan pemandangan yang disuguhkan sungguh indah. Hamparan sawah dan ladang di kejauan, serta kota Ambarawa yang terlihat dari ketinggian. Saya sempat minta berhenti untuk foto dulu. Sayang, video saya pas melewati jalan ini sudah keburu dihapus.

Pemandangan Indah, Hutan Pinus dan Tebing Curam

Setelah perjalanan sekitar 20 menit, kami sampai di lokasi. Jam 8 pagi. Sepi, tapi sudah ada petugas yang berjaga di loket. Parkiran pun juga baru akan dibuka. Setelah membeli tiket, kami masuk ke area wisata. Sumringah? Jelas. Kami memasuki gerbang dan disambut dengan hijaunya pohon-pohon pinus yang menjulang. Sinar matahari yang mencoba merasuk dari balik pohon melengkapi cerianya pagi penuh cahaya berkilauan. Sejuknya udara serta angin yang berembus menambah syahdunya suasana pagi itu. Jadi, saya cuma berdua aja di situ. Saya menikmati pemandangan dan foto-foto, Mas yang jadi tukang foto, hehe.

Menyusuri jalan setapak yang diplester semen, dengan kanan kiri yang diliputi pohon-pohon layaknya di tengah hutan, rasanya ingin berlama-lama di sana. Sampai di lokasi utama, wow, menakjubkan pemandangannya. Di depan saya, tebing curam dengan kedalaman sekitar 300 m, di mana terlihat sawah-sawah hijau yang menghampar di bawah sana. Di seberang juga terlihat bukit-bukit tinggi hijau kebiruan. Memang wisata ini berupa perbukitan di lereng gunung yang juga ada tebing batunya. Gumuk berarti bukit, sedangkan Reco itu batu (arca). Pemandangan jauh yang terlihat adalah indahnya gunung-gunung yang mengelilingi, yaitu Merbabu, gunung Ungaran, serta view danau Rawa Pening. Ditambah dengan suara desir angin serta burung-burung berkicau. A perfect scenic views. Jadi betah pokoknya.

Wahana yang Ada di Gumuk Reco

Selain pemandangan indah, wisata alam ini juga menawarkan beberapa spot yang nggak hanya instagenic, tetapi juga bisa buat menguji andrenalin. Sayang saya nggak bisa mencobanya. Menurut petugas, karena hari Jumat, masih pagi dan sepi, maka wahananya baru dibuka siang, setelah waktu salat Jumat.

Ada beberapa wahana dan spot foto yang memang menjadi daya tarik wisatawan untuk datang ke Gumuk Reco. Check it ot!

1. Ayunan Langit

Naik ayunan ini serasa terbang mau menclok ke bukit di depan sana (bayangin aja sih, wong saya belum pernah, wkwk). Ayunan ini benar-benar ada di pinggir jurang. Kalau sudah diayun, ketinggiannya bisa sampai 800 m. Sensasinya ngeri-ngeri maknyus. Pas difoto sih saya yakin bagus hasilnya dan kelihatan langitnya, hahaha. Jangan khawatir, ayunan ini dilengkapi dengan alat pengaman. Cukup membayar biaya Rp10.000 saja, sudah bisa naik ayunan ini.

Gumuk Reco - Setyodewi.com

2. Jembatan Ondo Langit

Jembatan Ondo Langit letaknya di sisi tebing sepanjang 25 m di mana terpasang bendera merah putih di sana. Pengunjung bisa menyusuri tebing dan berfoto dengan background pemandangan di bawah tebing atau di dinding tebingnya. Sesuai namanya, mungkin jembatan ini bisa mengantarmu ke langit, wkwkw. Ondo means tangga. Tapi mungkin nggak sampai lah ke kahyangan.

Gumuk Reco - setyodewi.com

3. Jembatan Kepompong

Spot lainnya yang juga menarik adalah rumah pohon yang dihubungkan oleh jembatan kepompong. Menyeberangi jembatan sepanjang 13 m ini juga tak kalah ekstrem. Bawahnya jurang sedalam 300 m. Tentu saja tetap menggunakan alat pengaman. Foto di sini bakal berlatar hamparan sawah luas yang indah nan hijau.

Gumuk Reco - Setyodewi.com

4. Panjat Tebing

Tebing di Gumuk Reco memungkinkan untuk digunakan sebagai sarana olah raga panjat tebing juga. Tentunya buat yang memang profesional atau sudah terlatih, ya. Kalau selain itu, sangat tidak disarankan.

5. Sarang Burung

Ada lagi spot foto berupa sarang burung di pinggir tebing. Untuk berada di sini, kita harus naik tangga setinggi kira-kira 2 m.

Gumuk Reco - Setyodewi.com

6. Gardu Pandang

Ini adalah satu titik yang memang bisa membuat kita memandang bebas alam di sekeliling. Letaknya agak ke bawah sisi bukit. Saya sebenarnya agak takut juga menuju spot ini. Nggak berani jalan berdiri, saya merangkak, haha. Kalau sudah berada di gardu pandang ini, lalu berdiri menikmati terpaan angin dan memandang alam menghampar, rasanya…damai sekali.

Gumuk Reco - Setyodewi.com

Masih ada lagi beberapa spot foto dan arena permainan flying fox. Tempat duduk di pinggir tebing juga lumayan bikin deg-degan karena nggak ada pagar pengaman. Jadi, di bawah kita langsung jurang. Nggak tahu kalau sekarang apakah sudah ada pengamannya atau nggak. Saya sempat foto di sini, pura-pura rileks padahal tangan pegangan erat, wkwkwk. Satu lagi semacam tempat panjat pohon. Kita bisa panjat pohon pakai tangga, lalu duduk atau berdiri di sana untuk foto.

Gumuk Reco - Setyodewi.com

Gumuk Reco - Setyodewi.com

Fasilitas Umum

Wisata alam Gumuk Reco ini juga menyediakan sarana umum seperti mushola, toilet dan beberapa warung kecil. Jadi nggak perlu khawatir kelaparan atau ketinggalan shalat berjamaah saat berada di tengah hutan.

Tiket dan Cara Menuju ke Gumuk Reco

Harga tiket masuk Gumuk Reco sangat murah. Hanya Rp5.000 saja per orang, plus biaya parkir kendaraan Rp3.000. Untuk wahana yang berbayar adalah ayunan langit, jembatan ondo langit dan jembatan kepompong, masing-masing Rp10.000. Oh iya, Gumuk Reco dibuka setiap hari dari jam 8 – 17.

Akses menuju Gumuk Reco bisa ditempuh dari kota Semarang, kira-kira 50-an km. Naik kendaraan mengarah ke Bawen lalu belok kanan menuju Ambarawa. Melintasi jalan lingkar, lalu saat ketemu lampu merah belok kiri menuju arah Banyubiru. Setelah sampai pasar Gilang, nggak jauh dari sana ada belokan ke kanan menuju desa Sepakung. Nah, tinggal menikmati perjalanan naik-naik ke puncak gunungnya. Yang perlu dipastikan adalah kondisi kendaraan yang kita pakai. Baik mobil atau motor, harus dalam kondisi prima, karena medan yang cukup berat untuk ditempuh.

Begitulah perjalanan saya ke Gumuk Reco. Sekitar jam 10 kami meninggalkan lokasi. Mampir sebentar ke rumah Bude, ibunya Mas Rofiq. Setelah itu saya diantar pulang lagi.

Buat kamu yang menyukai wisata alam sekaligus mau mencoba wahana ekstrem, nggak ada salahnya kapan-kapan kunjungi Gumuk Reco. Jangan lupa kasih tahu saya, siapa tahu saya pas lagi pulang, kita bisa main bareng deh! Selain ke sana, nanti kita bisa sekalian ke puncak Telomoyo yang nggak kalah indah juga view-nya. Mupeng juga saya, wkwkwk. Ok, see you then!

Tagged , , , ,

58 thoughts on “Gumuk Reco: Wisata Alam Ekstrem dengan Pemandangan Indah

  1. Asyik ya buat yang suka wisata alam tapi ngga mau trip yang capek2 kayak hiking..hehe..
    Paling tertarik sm jembatan kepompong & jembatan ondo langit..

    Nice info!

  2. Wah, ternyata asli sepakung yaa. Aku asli semarang mbak dewi. Sekitar tahun 2018 sudah ke gumuk reco. Pas itu belum adalah jembatan ondo langit. Ayunan masih jadi wahana favorit. Lumayan menguji adrenalin juga.

    Selain itu jalan menuju ke sana memang sangat ekstrem. Bahkan mobil tidak disarankan untuk ke sana. Sering terjadi rem blong ketika turun, biasanya motor matic.

    Jadi kangen suasana sepakung 😀

    1. Iya Mas, nenek moyangnya dari sana, haha. Wah Semarang mana? Orang jauh biasanya malah lebih duluan ke Gumuk Reco karena pada penasaran. Iya waktu itu katanya malah sempat ditutup gara-gara jalanan curamnya banyak memakan korban rem blong. Kalo kangen main lagi laah.. ke Telomoyo sih bagus katanya.

  3. Wowww seru banget semua wahana yang ada di Gumuk Reco, aku baru liat fotonya aja udah deg-deg an Mba. Takut sihh asli tapi kegnya bisa teralihkan dengan viewnya yang indah ya. Penasaran nyobain ayunan langit, jembatan ondo langit ama jembatan Kepompong…lahh semua.. Hehehe… Wahh kapan-kapan aku ke sini ngabarin Mba ya..

  4. Dari dulu, aku tuh penasaran banget sama Ayunan Langit. Liat foto temen-temen, rasanya udah ngga sabar pengen coba. Pernah bikin schedule, tapi keburu diduluin sma si Covid. Sampe skrg belum kesampaian. Abis baca Artikel ini, jadi makin tambah “ngiler” pengen buru-buru nyoba.

      1. Waduh mba bener sih ini mah ekstrim-ekstrim semua. Kayaknya kakiku bakal tremor pas lagi di jembatan dan tangga itu. Hihihi. Sampe rumah pasti langsung pules ya mba, bukan karena capek fisik aja tapi capek jantung. Perjalanan pulang pergi ekstrem, di sananya pun ekstrem 😆

  5. Pemandangan alamnya memanjakan mata banget, tapi wahananya itu lho kok serem semua 🙁 ini sih bisa-bisa cuma numpang foto terus pulang karena nggak berani coba wahananya.

    Hmmm tapi penasaran juga pengen lihat aslinya 😀

  6. Ihh penasaran banget sama gumuc reco. Tempat wisata di ketinggian gitu emang masih banyak diminati ya. Tapi saya termasuk orang yg takut ketinggian sebenarnya. Eh tp lihat foto2 Mba Dewi jadi mau ke sana juga heheeh

  7. Liatnya adem banget mbak dew banyak ijo2nyaa. Apalagi pagi2 pasti masih adem sejuk gitu yaak. Hahah.
    Itu pemandangan sawah dari jembatan kepompong bagus bingits. Tapi lumayan jauh ya kayaknya kalo dari semarang.

  8. Wahh pasti seru banget mba, pagi2 sampe sana masih dalam keadaan sepi udaranya juga masih sangat sejuk dan foto2 pun bisa lebih eksplor banyak tempat karena gak perlu ngantri heheh.. Asli aku mupeng ngeliatnya mba

  9. keren destinasi nya bolbal ke semarang gagal aja mau ke gumuc reco..btw ondo langit nya itu tinggi banget ya bisa ada di situ gmn apa pengunjung hrs manjat tebing atau ada akses jalan nya ya? pengen coba deh..

  10. Masih alami dan wahananya pun enggak asal bikinnya. Karena di beberapa tempat lainnya asal aja sehingga merusak keindahan alamnya juga enggak aman bagi pengunjungnya. Juga, biaya masuk maupun biaya wahana di Gumuk Reco lebih murah daripada di Bandung, misalnya…Keren bener, di luar medan yang ekstrem bikin penasaran nih tempatnya. Apalagi rute Bawen ini kulintasi pas pulang kampung, Semoga pas lewat pas mudik juga ya Mbak Dewi:)

  11. Gumuk Reco, wisata alam ekstrem yang recommend banget ini ya mbak Dew. Pengen coba Ayunan Langit, Jembatan Ondo Langit dan Jembatan Kepongpong. Di payungi langit biru dan lembah hijau. Mbak kalau kesana lagi, ajak-ajak saya atuh.

  12. Astagah, baca tulisan dan liat fotonya aja udah bikin aku merinding, gimana kalau naik ayunan langitnya coba. Tapi penasaraaan hahaha. Baiklah, kalau nanti ke Semarang insyaAllah berkunjung ke Gumuk Reco inii

  13. kalahnya cuma di akses jalan itu sih ya.. agak susah bawa orang2 kota yang agak susah untuk susah2 sedikit… tiket udah murah, atraksinya juga bagus2. Sebetulnya tanpa atraksi saja sudah bisa jual view

  14. Wisata Extreme pemandangan alamnya bener sie, liat jembatan kepompong serem juga ya sama jembatan condo langit bikin adrenalin berkecamuk huhuhu, semoga aku bisa menginjakkan kaki dan main ke gumuk reco

  15. Yaah kok Jembatan Ondo Langit enggak sampai khayangan, Mbak? Padahal kan lumayan kalau bisa mampir ke sana. Hehe. Btw, tempatnya sepi dan asri banget ya. Cocok untuk melepas penat.

  16. MasyaAllah, indah banget yaa. Mau coba ih, cuma liat fotonya aja ga kebayang kalau naik itu. tinggi bangeeet. Ngeliatnya aja ngeri. hahaha. Cuma indah banget yaa mangkanya pingin nyobaa. Hahaha.

  17. Paling suka ke tempat wisata yang pemandangan alamnya kaya gini. Berasa adem, damai, udah bosen ke mall.
    Biasanya juga murah harga wahananya, karena rata-rata ada di pedesaan. Pulang pikiran jadi fresh deh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *