All, Prose & Poems

Adakalanya Menjadi Biasa Itu Indah – Sebuah Refleksi Puisi

prasaja lan samadya - setyodewi.com

Bukankah kesenangan tak harus selalu diterangkan secara berlebihan? Dan kesedihan tak melulu mesti diceritakan kepada keramaian? Adakalanya semua terlihat indah dengan menjadi biasa saja, seolah tak terjadi apa-apa.

 

Jangan Biarkan Aku Berlalu, Semestaku

Ada bau basah pada embun pagi yang menetes lembut
Disemilirkan angin yang mendadak berwajah riang
Terbias cahaya dari ruang gelap yang perlahan tersibak
Kesejukan pun berubah menjadi hangat
Meski tak sehangat senja yang didekap sekejap

Aku beranjak mengayunkan langkah menepis resah
Pada sesuatu yang kusebut sebagai permulaan
Kukantongi segenap asa yang kupunya
Yang kuharap akan mengantarkanku pada sebuah keadaan bernama kebahagiaan
Namun jalan-jalan terjal masihlah terpampang di hadapan

Aku bukan pendaki yang tahu rasanya menaiki bukit-bukit dengan napas tersengal
Atau mereka yang penuh kecemasan saat menyusuri lereng tebing yang curam
Aku hanyalah seorang aku
Yang kadang dipenuhi dengan kepicikan dan kekerdilan pikiran

Maka izinkan aku belajar
Memberi arti air mata dengan kata tegar
Serta melihat gelak tawa secara biasa
Kesedihan tak melulu menjadi tangisan
Kegembiraaan cukuplah dengan senyuman

Izinkan aku menempa diriku menjadi sahaja
Atas apa pun dan di mana pun takdir menempatkannya
Hingga gempita tak selalu berwujud euforia
Juga nestapa tak niscaya terangkum duka
Semua…biasa-biasa saja

Laksana wejangan orang terdahulu
“Prasaja lan samadya”
Sederhana dan apa adanya…
Sungguh itu tak mudah
Menyerap maknanya saja otakku payah

Aku masih belajar darimu,
Semestaku…
Jangan biarkan aku berlalu

***
~-embunpagi, 6 Desember 2019

Sebuah Refleksi

Puisi ini adalah sebuah refleksi dan pembelajaran bagi saya sendiri atas dua keadaan dalam hidup yang pasti dialami oleh setiap manusia, yaitu ujian berupa kesenangan dan kesedihan, kebaikan maupun keburukan, keberhasilan versus kegagalan. Sebagian besar orang seringnya menganggap yang namanya ujian itu hanya diartikan sebagai sesuatu yang tak mengenakkan, musibah, kesedihan, air mata. Padahal kegembiraan, kesenangan, juga bisa merupakan suatu ujian hidup.

Sebagaimana kita tahu, mungkin sudah banyak diajarkan oleh guru, atau nasihat orang tua kita, nasihat orang bijak, tentang cara menyikapi ujian. Saat memperoleh kesenangan, kebahagiaan maka disikapi dengan bersyukur, sedangkan saat ditimpa musibah atau kesedihan maka disikapi dengan bersabar. Mungkin terasa gampang diucapkan jika sekadar teori, praktik mah susah banget. Ya kan… Ya memang begitu.

Yang juga menjadi tantangan adalah bagaimana rasa syukur dan sabar itu tetap dalam koridor yang wajar, tidak berlebihan, sehingga menambah ketenteraman dalam hidup kita. Berusaha untuk bersikap biasa, tetap rendah hati dan bersahaja.

Petunjuk Al-Qur’an

Bagi orang Muslim, ternyata di dalam Al-Qur’an juga ada pembahasan tentang menyikapi hidup secara biasa, yaitu dalam QS Al Hadid (57) ayat 22-23.

Kutipannya sbb:

Ayat 22: Setiap bencana yang menimpa di bumi dan menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh yang demikian itu mudah bagi Allah.

Ayat 23: Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri.

Kedua ayat tersebut menjelaskan bahwa setiap musibah telah tertulis di Lauh Mahfuz, tinggal tunggu kapan ditetapkan-Nya. Agar kita tidak terlalu sedih jika tidak berhasil atau jika tertimpa musibah, dan tidak terlalu gembira atas kesenangan atau keberhasilan. Agar kita menyikapinya secara biasa saja, tidak sombong, karena Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri. Biasa-biasa saja. Selain itu agar kita juga belajar tentang kesabaran.

Jadi bagaimana? Kira-kira bisa nggak ya? Saat senang, kita bersyukur, tapi nggak terlalu euforia, nggak terlalu gembira. Sedangkan di waktu ditimpa musibah kita bersabar, tetap berikhtiar, nggak terlalu bersedih dan terus-terusani berderai-derai air mata. Sanggupkah? Hayoo.. Berat sih memang. Iya berat, soalnya balasannya surga. Kalau enteng hadiahnya kipas angin. Candaa..

Prasaja lan Samadya

Satu lagi, ini kaitannya dengan falsafah hidup orang jawa. Dari sumber yang saya baca, ada sesanti atau petuah/nasihat dari tokoh Semar dalam pewayangan yang menyebutkan tentang sikap prasaja lan samadya. Prasaja diartikan dengan hidup sederhana, tidak berlebihan. Sedangkan samadya artinya merasa cukup, sewajarnya, biasa saja. Samadya juga bisa dimaknai dengan bersikap rendah hati, tidak gila pujian, tidak menyombongkan diri. Falsafah ini menjadi pedoman dalam perilaku hidup orang jawa. Nilai positifnya adalah menjalani hidup dengan kewajaran dan kesederhanaan.

Saya masih belajar, mungkin juga sebagian besar dari kita masih belajar, untuk bisa bersahaja, bersikap biasa-biasa saja. Biar kalau terjadi sesuatu, apa pun itu, kita bisa bersikap wajar, nggak lebay, dan bisa bilang “biasa aja kelesss..santuuy…”, hehehe.

Tagged , , , ,

29 thoughts on “Adakalanya Menjadi Biasa Itu Indah – Sebuah Refleksi Puisi

  1. Jleb banget kak. Mwmang sebaiknya kita sudah mulai belajar untuk menjadi biasa saja. Biasa saja dalam menghadapi segala hal, tidak perlu terlalu berlebihan.

  2. Menjadi biasa bisa berarti luar biasa ya mba.
    Susah loh menahan diri untuk menjadi biasa.
    Jadi memang tidak mudah menjadi biasa.
    Seperti sulitnya merangkai kata indah seperti dipuisi mba Dewi.

  3. Aku setuju mbak dewi. Semuanya memang sewajarnya saja. Ga perlu berlebihan. Yaa emang sulit, tapi sudah banyak yang menjalaninya.
    Tokoh semar emang sering dijadikan acuan bagi orang-orang kejawen.

    Terima kasih untuk ceritanya. Banyak belajar untuk bisa biasa saja 🙂

  4. “Aku masih belajar darimu,
    Semestaku…
    Jangan biarkan aku berlalu”

    Jleb! Refleksi luar biasa untuk menjadi biasa saja. Sangat menarik, tapi sulit juga untuk dilakukan ya. Terima kasih Mbak Dewi, tulisan ini bisa menjadi pengingat yang baik.

  5. Sering banget denger anjuran kalo kita sebaiknya rajin bersyukur dikala kebahagiaan datang dan saat ada musibah bersabar. Tapi kenyataannya terkadang aku kalau lagi ada musibah nangis dan baru deh jadi rajin solat sunahnya. Tapi giliran lagi senang2, sering nunda solat sunah (cuma solat wajib aja). ahhh dasar akuuu

  6. Berasa direminder nih baca tulisan Mbak Dew, nggak boleh sedih dan senang yang berlebihan. Sulit? banget tapi harus belajar menahan sedih dan senang agar tak berlebihan, begitu kan mbak?

    Terima kasih untuk tulisan jlebnya

    1. Selalu suka dengan tulisan Mba Dewi. Udah kayak semacam petuah gitu… Hehehe. Lagi belajar banget nih jadi pribadi yang gak ‘heboh’ mau jadi biasa aja tapi tetap menyenangkan. Thank for reminding me Mba…

  7. banyak2 bermuhasabah diri sama Allah supaya bisa belajar menyeimbangkan antara kesedihan dan kebahagiaan, karena memang yang terlalu berlebihan Allah gak suka mba. . seperti sedang mengoreksi diri sendiri ketika membaca tulisan ini mba

  8. Big hug mbak. I feel something …. Cukuplah mbak dan Allah yang lebih tahu. Salut saya untuk respond mbak menghadapinya dengan ‘biasa saja’ … ah padahal menguasahakan biasa-biasa saja itu, sungguh luar biasa.

  9. Semesta akan selalu memberi pelajaran berharga bagi yang mengerti. Dan aku sebagai manusia masih berusaha belajar peka. Harus lebih mengasah rasa.
    Tararengkyuuuh buat pitutur prasaja kan sak madya-nya, Kakak Iwed
    Love💞

  10. it’s okay not to be okay, perjalanan menuju sederhana ini memang beraddsssss ya beb, harus melepaskan, kehilangan, ditinggalkan, memulai yang baru….banyaakkkh…..belum lagi lelah, marah, sedih, patah hati….in the end…ternyata dalam kesederhanaan…kita kaya raya

  11. Biasa aja keleus, santuy!..Bener bangets mbak Dewi. Saya jadi diingatkan lewat postingan ini untuk senantiasa prasadja dan samadya. Menjadi biasa itu indah kok, enggek berlebihan menyikapi apapun yang menimpa

  12. Menjadi biasa itu tidak biasa. Sulit untuk bersikap biasa ditengah kejadian yang luar biasa.

    Banyak faktor baik internal maupun eksternal yang akan mempengaruhi reaksi kita, kuncinya gimana mengontrol diri klo menurut aku sih. Balik lagi teorinya gampang, prakteknya ??? 😁

  13. Mbak dew puisinya bagus banget..
    Terima kasih untuk diingatkan belajar biasa saja. Hidup sewajarnya. Di era digital sekarang kadang berlebihan karena lihat gaya hidup orang lain.

  14. Aku salut sama mbak dew, keliatan tenang banget saat menghadapi sesuatu entah itu sedih atau senang. Mbak dew bisa banget mengatur emosi dan enggak gegabah. Padahal jika itu ada diposisi aku, mungkin hasilnya bakal beda

  15. Suka kali aku sama tulisanmu yang ini bun. Hehe.

    Walau susah sekali diterapkan, kadang ketika mencoba untuk sederhana malah jadine kok dikatain kere sama orang ckck.

  16. Betul kak segala sesuatu di dunia itu fana hari terang bungah besok mungkin sudah gelap ketika mendapat terang bungah Alhamdulillah ketika mendapat susah gelap ya Alhamdulillah jg karena semua sifatnya sementara jadi ya biasa saja secukupnya spya Tdk gampang kagetan dan gumunan..terima kasih buat remindernya mba Dewi

  17. Betul kak segala sesuatu harus disikapi biasa saja..dapat susah Alhamdulillah dapat bungah ya Alhamdulillah kuadrat..krna semua itu ada maknanya..tinggal kita yg bisa ambil yg tersirat dari yg tersurat..

  18. Ya Allah banyak banget faedahnya mbak.
    Saat memperoleh kesenangan, kebahagiaan maka disikapi dengan bersyukur, sedangkan saat ditimpa musibah atau kesedihan maka disikapi dengan bersabar.
    Suka banget sama tulisannya mbak.

  19. Refleksinya puisinya jleb mbaa.

    Saat senang, kita bersyukur, tapi nggak terlalu euforia, nggak terlalu gembira.
    Insyaallah aku bisa mba.

    Sedangkan di waktu ditimpa musibah kita bersabar, tetap berikhtiar, nggak terlalu bersedih dan terus-terusani berderai-derai air mata. Sanggupkah? I will say, ga sanggup. Aku cengeng banget. Bisa kalo depan org banyak. Kalo lg sendiri uuuuu basah th mata.

    Btw, rasanya hampa mba. Seperti ga punya rasa. Tapi itu lebih baik ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *