All

Tips Meruntuhkan Ketakutan Berbicara di Depan Umum Bagi Introver

“I’ve never given a speech without being terrified first.”
-Susan Cain-

Ada yang dulu waktu SD takut kalau disuruh guru nyanyi atau baca puisi di depan kelas? Atau mungkin ada juga yang sama sekali nggak berani tunjuk tangan saat ditanya oleh guru? Saya dulu juga mengalaminya. Deg-degan setengah mati. Tapi nggak sampai pipis di celana sih. Begitu juga saat sudah sekolah SMA atau kuliah. Presentasi di depan dosen pun kadang masih nggak pede.

Ketakutan Seorang Introver

Bagi seorang introver kayak saya, berbicara di depan umum bisa jadi adalah sebuah penderitaan. Bagaimana tidak, seorang introver lebih menyukai kesendirian, jarang mau berbaur di keramaian. Orang introver tidak suka di-ekspos, tidak mau menjadi perhatian banyak orang. Yang menarik baginya adalah dirinya sendiri dan seringnya orang introver berbicara melalui tulisan. Dalam pekerjaan pun mungkin ia lebih suka yang interaksinya dengan orang lebih sedikit dan memilih untuk lebih banyak menggunakan sistem.

Berbeda dengan introver, pribadi ekstrover cenderung membuka diri terhadap dunia luar, mudah bergaul, suka dengan keramaian, suka berinteraksi dengan orang dan justru mudah bosan jika sendiri. Mereka ini adalah people person. Berbicara di depan umum bagi seorang ekstrover mungkin bukanlah masalah besar karena antusiasme dan rasa percaya diri yang tinggi, juga mereka cenderung lebih mudah mengungkapkan kata-kata dan suka bercerita.

Saya seorang introver yang mencoba menjadi ambiver alias gabungan introver dan ekstrover. Maksudnya sih kalaupun introver ya nggak introver-introver amat lah, hehehe. Jadi saya bisa nyaman berbaur di keramaian, namun juga santai dengan kesendirian. Baik introver maupun ekstrover punya kekuatan masing-masing yang jika dikembangkan tentunya akan menumbuhkan pribadi yang baik. Hanya saja kadang ada yang harus diasah lebih tajam dari masing-masing sifat tersebut, seperti dalam hal berbicara di depan umum bagi seorang introver.

Introver Bukan Halangan

Bagaimana jika seorang yang introver tetap dituntut untuk melakukan public speaking atau berbicara di depan umum?

Seorang penulis buku, jika bukunya telah terbit dan menjadi buku best seller, seringnya diminta oleh penerbit untuk mempresentasikan isi bukunya dalam acara bedah buku, roadshow ke berbagai kota untuk promosi, ataupun talkshow di radio atau televisi. Jika ia seorang introver dan takut untuk bicara di depan umum, tentu hal ini akan menjadi momok.

Percayalah ini pencitraan semata.

Introver bukanlah halangan untuk menjadi pembicara publik. Introver berbeda dengan pemalu. Introver tidak mau tampil, tetapi belum tentu ia seorang pemalu. Yang mejadikan rasa takut seorang introver adalah karena ia tidak nyaman berada dalam sebuah arena di mana banyak mata melihat. Ia berpikir bahwa ia berada di tempat di mana orang akan menilai, di mana ia tidak boleh gagal dan harus sempurna. Hal-hal inilah yang sering menghantui seorang introver untuk berada di atas panggung. Ada yang merasakan seperti ini juga? Lalu, bagaimana meruntuhkan ketakutan ini?

Tips Meruntuhkan Ketakutan

Saya bukan seorang pembicara publik, hanya pernah beberapa kali mengikuti event public speaking dan sedikit banyak belajar dari sana. Saya pun jarang praktik, hehehe. Jadi, ini hanya sebatas ingin bagikan beberapa tips aja nih buat teman-teman, gimana caranya meruntuhkan ketakutan public speaking terutama bagi introver, agar berbicara di depan umum nggak jadi momok lagi.

1. Perlu disadari bahwa kita tidak ditakdirkan hanya untuk diam. Introver adalah kepribadian atau perilaku, dan usaha atau keterampilan kita lebih utama dari sekedar perilaku.

2. Mulai berpikirlah bahwa panggung tempat kita tampil adalah tempat yang paling aman dan kita bisa melakukan apa pun di sana. Bebaskan ekspresi. Kita bisa melompat atau berjingkrak-jingkrak seperti anak kecil yang kegirangan, berjalan ke sana ke mari, apapun untuk mengekspos diri. Audiens ingin tertawa bersama, mereka ingin ikut terbawa suasana kita. Ijinkan diri kita untuk terlihat bergairah, tulus, apa adanya, bahkan mungkin terlihat kekanakan sehingga secara tidak langsung kita telah membawa audiens untuk merasakan diri mereka sendiri, kekanakan mereka, ketulusan hati mereka, gairah mereka, melalui diri kita, dan itu akan mereka rasakan tidak hanya saat kita tampil di panggung, tetapi akan terus mereka ingat dalam hidup mereka.

3. Tampilkan apa adanya diri kita, lalu sampaikan materi dengan menarik. Karena audiens lebih menyukai kita apa adanya, the real you. Tidak masalah jika kita salah ucap pada awalnya ataupun sedikit gagap. Kalaupun bicara sedikit kacau atau lupa sesuatu toh kebanyakan audiens tidak akan menyadarinya. Mereka mungkin akan lebih memikirkan materi menarik yang dibawakan. Jika pun mereka tahu, mereka akan melihat usaha kita untuk memperbaikinya. Secara diam-diam sesungguhnya mereka mendukung dan mendorong kesuksesan kita dalam berbicara. Ingatlah bahwa audiens itu seakan ingin memenangkan kita layaknya sebuah pertandingan. Kita berdiri di depan untuk masing-masing dari mereka. Saat kita terlihat seutuhnya, entah itu passion kita yang muncul, kelucuan kita, meski tampak sedikit kacau, kekanakan, apapun itu, tapi itulah kita yang sebenarnya. Menjadi diri sendiri maka kita akan menginspirasi audiens dengan menjadikan mereka merasa menjadi diri mereka sendiri.

Hal lain yang perlu kita sadari adalah bahwa orang-orang sukses dunia, mereka pandai berbicara di depan umum. Dan mereka sering melakukannya. Banyak orang introver yang sukses dan memilki nama besar. Contohnya adalah Bill Gates, Warren Buffet, J.K Rowling. Cara terbaik untuk mengatasi ketakutan adalah dengan menghadapinya.

Oiya berbicara di depan publik itu tidak terikat hanya untuk tampil di panggung ya, tetapi di mana pun. Interaksi antar teman kerja, direktur dengan para karyawan, para profesional marketing dengan para klien, dan sebagainya, adalah bentuk interaksi di mana public speaking dapat membawa pengaruh yang sangat besar dalam kemajuan karir, juga dalam kesuksesan bisnis. Di dunia kerja, public speaking adalah kemampuan yang vital.

Kesimpulannya, jadikan diri kita menjadi terbiasa melalui pengalaman. Semua bisa dipelajari dan dibiasakan. Pilihan ada di tangan kita, apakah kita akan menjadi seorang pembicara publik yang sukses atau kabur dari kenyataan seumur hidup kita. Semoga bermanfaat, ya!

 

*sumber gambar: Pixabay

 

Tagged ,

15 thoughts on “Tips Meruntuhkan Ketakutan Berbicara di Depan Umum Bagi Introver

  1. Bermanfast sekali tipsnya mba, betul banget sih semua bisa jadi terbiasa karna pengalaman walaupun pertama2 masing gemeteran berdiri di depan umum tapi lama kelamaan yaa jadi biasa aja Pd

  2. Dulu saya selalu grogi berbicara di depan umum. Sekarang udah mulai biasa eh tapi suka kelupaan ngomongnya kecepetan ga ada jeda nafas ga ada titik komanya. Saya sejujurnya ga tau posisi saya di introver atau extrover, tapi tips ini sangat berguna buat saya. Makasih mbak

  3. Saya termasuk orang ambiver tapi dulu saya selalu gugup jika harus bicara didepan publik. Bisa bisa saya tidak tidur semalaman. Ada suatu masa yang mengharuskan saya sering tampil bicara didepan publik karena tugas saya mendampingi suami..uh kebayang gimana perasaan saya waktu itu. Setuju dengan tips mba Dewi untuk menjadi diri kita sendiri dan yang terpenting persiapan yang cukup. Alhamdulillah akhirnya saya bisa mengatasi kesulitan tersebut.

  4. Pernah gak nyaman kalau disuruh ngomong padahal ya bukan di panggung. Di ruang kelaspun sama. Tapi semua itu runtuh pada saat kerja dituntut ini itu. Akhirnya sekarang seringkali dituntut jadi MC. Belum willingly sih tapi masih dipaksa. Padahal kepribadian saya introvert.

  5. Setuju mbak..
    Dengan menjadikan diri kita terbiasa melalui pengalaman akan terkikis ketakutannya. Semua bisa dipelajari dan dibiasakan. 
    Terims kasih untuk tips meruntuhkan ketakutan berbicara di depan umum bagi introver ini…Bermanfast bagi saya yang introver menuju ambiver:)

  6. Iya ya, Mbak. Introver tidak identik dengan pemalu. Biasanya karena si introver tidak nyaman, tidak ingin ter expose, khawatir tampil tidak sempurna, dan berbagai risau lainnya. Nah untuk mereka yang mengalami ini, tulisan mbak alan sangat mrmbantu …. Terimakasih

  7. Iya. Dulu pas SD, sering sekali merasakan deg-degan kalau ibu gurunya ingin menunjuk siswa ya maju kedepan. Deg-degan parah pokoknya. Untungnya mulai SMP mencoba untuk memahami diri dan berusaha menenangkan diri. Kayaknya saya juga, introvert banget deh

  8. Jangankan untuk berbicara di depan orang banyak, mau buang sampah gara-gara ada ibu-ibu lagi pada ngrupipun sayapun jadi malas…. :'(

  9. Saya paling males nih kalo disuruh ngomong di depan orang banyak. Tapi kalo emang diharuskan ya apa boleh buat dan kadang asyik juga.
    Thanks tipsnya mba Dew

  10. Bener banget mbak dew… ngomong di depan umum itu emang harus dibiasakan ya. Karena kita akan bisa karena terbiasa. Makasih mbak dew tipsnya.. hahah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *