All, Prose & Poems

Sebait Doa Dalam Barisan Rindu

Kusebut namamu dalam sujud dhuhaku pagi ini. Ada air mata yang tertumpah, yang entah kenapa begitu saja mengalir di pipi. Sungguh ingin aku tahu keadaanmu di sana. Hanya saja kabar darimu tak kunjung ada. Kulanjutkan tengadah tanganku selepas sujud terakhir. Lagi-lagi namamu yang muncul dan terpikir. Banyak harapan yang aku panjatkan pada-Nya. Selain agar kau di sana baik-baik saja.

Di penghujung siang sampai sore saat wajahku tertunduk kembali untuk mengadu pada-Nya, tetap saja bayanganmu mengusik. Kepada bumi tak henti-hentinya juga aku berbisik. Tak bermaksud mencontek doa seorang penyair kenamaan di tiap pagi, siang, sore, dan malam. Namun dirimu memang menjadi tokoh utama dalam lamunanku yang temaram.

Hingga sinar rembulan meredup malam ini, belum juga ada tanda-tanda akan kuterima kabarmu. Seakan semesta turut membisu di antara angin yang terus menderu. Aku masih belum bisa memejamkan mataku. Sesekali kualihkan pikiranku pada sebuah buku, hanya untuk sekejap melenyapkan bayanganmu. Namun, apa daya jika itu justru semakin menghantuiku. Karena yang kubaca adalah tulisan-tulisanmu.

Sampai tengah malam aku nantikan, namun tak jua kabarmu kudapatkan. Sunyi, sepi, angin pun mengiringi dewi malam ke peraduan. Aku tersadar bahwa yang akan kudapati hanyalah kesia-siaan. Sepertinya pikiranku sudah buntu dan aku tak tahu apa yang harus kulakukan. Huruf-huruf yang sedang kubaca pun rasanya turut berguguran. Mataku lelah tapi tak mampu kupejamkan.

Kutarik napas panjang dan kuembuskan perlahan. Rupanya barisan rindu sudah mewujud keresahan yang tak bisa kutahan. Lalu kuputuskan untuk kembali bersimpuh di atas sajadah yang menghampar. Kesedihanku sudah tak tertakar. Kembali aku mengadu, bulir-bulir pun turun dari sudut mataku.  Sebait doa kurapalkan lagi untukmu. Kali ini lebih lama dan syahdu. Sebenarnya aku malu. Aku lesu. Tapi aku tak mampu menahan rinduku. Kupasrahkan saja pada-Nya untuk menjaga dirimu. Perlahan mataku terpejam dan aku larut dalam mimpiku.

~~embunpagi, 1 Januari 2019

Tagged , ,

6 thoughts on “Sebait Doa Dalam Barisan Rindu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *