All, Travel

Asyiknya Wisata Sejarah di Museum Kereta Api Ambarawa

Museum Kereta Api Ambarawa - setyodewi.com 7

Saat ini kereta api sudah menjadi preferensi bagi banyak orang untuk bepergian. Selain karena hemat waktu dengan perjalanan bebas macet, kenyamanan juga menjadi faktor yang utama.  Apalagi dengan perombakan sistem, infrastruktur serta birokrasi yang dilakukan PT KAI, masyarakat semakin dimanjakan dengan fasilitas dan kemudahan dalam menggunakan moda transportasi ini.  Nah, tahu ga sih bahwa kereta api yang sekarang nyaman banget itu dulunya enggak secanggih yang sekarang.  Buat teman-teman yang suka ngulik-ngulik sejarah,  kalian bisa datang ke museum kereta api Ambarawa. Selain bisa berwisata sejarah, bisa nambah ilmu, sekaligus foto-foto sebagai sarana feed sosmed, hehehe.

This slideshow requires JavaScript.

Libur lebaran lalu, saya sempatkan untuk wisata sejarah ke museum kereta api Ambarawa. Eh, bukan sempatkan lagi sih, karena saya datang ke tempat ini sampai 3 kali, haha. Yang pertama bersama keluarga besar. Yang kedua menemani Mbak Nunik yang sengaja datang dari Jakarta untuk jalan-jalan ke Ambarawa dan sekitarnya. Ketiga, saya sengaja datang untuk eksplor dan mempelajari lebih dalam tentang museum ini.  Di kunjungan saya yang ketiga inilah saya diizinkan oleh Kepala kantor Museum Kereta Api Ambarawa, Bp. Djoko Utomo, untuk eksplor secara detail dan melakukan sedikit interview dengan arkeolog museum. Kampung halaman saya di Banyubiru memang dekat dengan Ambarawa. Sejak kecil pun saya sudah tahu keberadaan museum ini. Namun ga pernah datang ke sini, apalagi memang dulu museum ini belum sebagus sekarang. Trus katanya sih kalau orang lokal atau tinggalnya berdekatan dengan suatu tempat wisata atau tempat yang biasa dikunjungi orang, biasanya jarang mengunjungi tempat itu. Kalian gitu juga ga?

Sejarah Singkat

Museum kereta api Ambarawa sebelumnya adalah stasiun kereta api yang akhirnya dialihfungsikan menjadi museum. Stasiun Ambarawa dulunya bernama stasiun Willem I (nama raja Belanda yang berkuasa saat itu), diresmikan 21 Mei 1873 dengan dibukanya jalur kereta Semarang –Kedungjati – Ambarawa. Stasiun ini dioperasikan sebagai sarana transportasi militer pemerintah kolonial Belanda yang mendukung keberadaan benteng yang juga dibangun Belanda di Ambarawa yaitu benteng pendem atau Fort Willem I. Pada 8 April 1876, stasiun Willem I tidak dioperasikan lagi dan dengan inisiatif gubernur Jawa Tengah pada saat itu, Supardjo Rustam, kereta api yang sudah tidak dioperasikan  dikumpulkan dalam bangunan cagar budaya dan dijadikan museum. Museum kereta api Ambarawa atau Indonesian Railway Museum diresmikan pada 21 April 1978. Pada tahun 2014, museum ini direnovasi sehingga sekarang bisa dikunjungi dan dijadikan tempat rekreasi.

Infrastruktur Museum Kereta Api Ambarawa

Saat memasuki area museum ini, bagian luar terdapat areal parkir yang cukup luas. Bagian terdepan terdapat loket penjualan tiket masuk museum yang juga berfungsi sebagai counter customer service.  Tiketnya cukup murah, Rp. 10.000 saja. Setelah masuk ke dalam museum, bagian pertama berupa lorong yang di sebagian dindingnya terpasang foto-foto museum, lokomotif, jembatan beserta informasi detailnya. Di ujung lorong terdapat sebuah diorama panjang di dinding atau story wall yang menampilkan sejarah kereta api sejak pertama kali digagasnya angkutan masal ini mulai dari trem yang ditarik kuda, asal muasal kereta api, kereta rel listrik, sampai perkembangan terakhir kereta api bandara. Sungguh sangat menarik.

Berdampingan dengan lorong ini, display lokomotif uap bisa langsung dilihat. Loko uap bercat hitam merah, berjajar di sepanjang luar lorong. Kita boleh kok naik ke loko dan berfoto. Dijamin instagrammable banget deh foto ala-ala vintage di sini. Di bagian lain terdapat gerbong kereta kayu bercat hijau.

Bagian utama museum, berupa hall besar stasiun yang masih beroperasi juga sebagai stasiun kereta wisata, stasiun Ambarawa. Di dalam bangunan ini juga terdapat loket zaman dulu. Ruang lain berupa koleksi barang antik museum. Beberapa ruang digunakan juga untuk kantor bagi pegawai museum kereta api Ambarawa. Bagian depannya juga dipajang roda kereta gigi dengan rel geriginya. Pengunjung bisa melihat lebih dekat seperti apa rel bergerigi. Di samping bangunan ini, ada juga lokomotif diesel bercat hijau. Lalu di sebelah loko diesel terdapat Kereta Pustaka Indonesia. Kereta pustaka adalah gerbong yang sudah tidak terpakai dan disulap menjadi perpustakaan. Di sini pengunjung bisa membaca buku sambil duduk santai di bean bag. Asyik banget lah pokoknya.

This slideshow requires JavaScript.

Di bagian seberang hall, terdapat satu bangunan aula yang di dalamnya terdapat fasilitas audio visual dan minatur kereta api. Sedangkan kalau kita telusuri bagian depan stasiun, akan kita jumpai sebuah lubang bundar yang berfungsi untuk membalik loko kereta. Ini disebut meja putar atau turn table, berfungsi untuk memutar kabin lokomotif dengan cara didorong sehingga lokomotif berputar ke arah sebaliknya. Lalu di bagian paling pojok bagian depan, adalah dipo, yaitu tempat penyimpanan, pemeliharaan dan perbaikan kereta api yang dilengkapi dengan gudang suku cadang. Kereta uap dan diesel yang dioperasikan untuk kereta wisata tersimpan di dipo ini.

Nah di belakang stasiun ini, masih tersimpan juga beberapa halte kereta zaman dulu yang ada di kota lain dan sengaja dipindahkan ke museum ini tanpa merubah bentuk aslinya. Jadi penampakannya masih jadul banget, sebagian besar berupa kayu. Semua itu demi menjaga kelestarian dan nilai sejarahnya. Selain itu ada juga satu bangunan tempat menyimpan koleksi benda-benda perkeretaapian berupa mesin hitung zaman old, topi petugas kereta api, mesin pencetak karcis, tongkat semboyan, timbangan, mesin ketik, dll.

This slideshow requires JavaScript.

Museum juga dilengkapi mushola di bagian belakang. Sayangnya sih ga ada tempat jualan makanan di dalam, hehehe, ya iya laah..

Lokomotif Uap dan Diesel

Ada 21 lokomotif uap dan beberapa kereta api diesel yang di-display sebagai koleksi museum di museum kereta api Ambarawa. Selain itu ada 2 lokomotif uap bergerigi yang masih beroperasi untuk kereta wisata. Sebetulnya di Indonesia ada 5 lokomotif uap bergerigi, yaitu seri B2501 s.d B2505. Namun yang masih berfungsi baik tinggal dua yaitu B2502 dan B2503, yang lainnya sudah tidak berfungsi, 1 hilang dan kereta B2501 disimpan di monumen Palagan Ambarawa. Informasi ini saya dapatkan dari Mbak Thanti, arkeolog yang bertugas di museum kereta api Ambarawa. Oh iya maksudnya bergerigi adalah adanya roda gigi tambahan di bagian tengah. Dengan adanya roda gigi ini maka rel yang bisa dilewatin pun khusus rel bergerigi juga. Dan rel ini hanya ada di jalur  menanjak rute Ambarawa – Bedono. Rel dan roda gerigi berfungsi untuk membantu pengereman, menahan dan menjaga stabilitas kereta agar tidak selip dan menghindari gerakan yang tak terduga akibat gaya gravitasi. Tahukah kalian bahwa rel dan kereta api uap bergerigi hanya ada 3 di dunia, di Indonesia, Swiss dan India. Hebat ya, kita masih punya dan melestarikan infrastruktur unik ini.

This slideshow requires JavaScript.

Kereta Wisata

Selain bisa mengeksplor sejarah kereta api di Indonesia, para pengunjung museum juga bisa menaiki kereta wisata. Kereta wisata ada dua macam:

1. Kereta wisata reguler yang beroperasi hari Sabtu, Minggu dan hari libur nasional. Jadwal perjalanan kereta wisata ini sehari 3 kali yaitu jam 11, 12 dan 14 pada hari Sabtu dan 4 kali pada hari Minggu pada jam 10, 12, 13, dan 14. Biaya tiket kereta reguler sebesar Rp. 50.000 per orang dan tiket hanya bisa dibeli on the spot. Jalur kereta reguler adalah Ambarawa – Tuntang dengan lama perjalanan 1 jam PP. Pengunjung dapat menikmati pemandangan berupa hamparan Rawa Pening dan sekitarnya. Kereta yang digunakan untuk jalur ini adalah kereta diesel vintage.

2. Kereta wisata sewa yang melayani dua rute yaitu Ambarawa – Tuntang dan Ambarawa – Bedono. Untuk rute Ambarawa – Tuntang, range harga sewa untuk kereta api diesel adalah 5-10 juta, dengan kapasitas 40 – 120 orang. Sedangkan untuk kereta uap berkisar antara 10-15 juta untuk kapasitas penumpang 40 – 120 orang.

Untuk rute Ambarawa – Bedono, keretanya hanya 1 jenis yaitu loko uap dengan dengan kereta kayu dan harus sewa 2 gerbong berkapasitas total 80 penumpang. Harga sewanya adalah 15 juta. Rute Ambarawa – Bedono ditempuh dalam waktu 3-4 jam PP, hal ini karena di tengah perjalanan kereta harus berhenti dulu sekitar ½ sampai 1 jam untuk mengisi air. Lama yaa dan mahal, hehe.. Tapi jangan khawatir, view yang disuguhkan sungguh menakjubkan. Rute ke Bedono adalah rute menanjak  dengan puncak ketinggian di stasiun Bedono lebih dari 711 mdpl. Sepanjang jalan, para penumpang bisa melihat indahnya gunung Telomoyo dan gunung Merbabu. Rute ini juga yang menggunakan rel dan kereta bergerigi yang mampu menaiki jalur rel dengan kemiringan 60 derajat per mil.

Kereta uap harga sewanya memang mahal. Hal ini karena bahan bakar yang digunakan adalah kayu jati. Dibandingkan dengan kayu lain, kayu jati menghasilkan api yang stabil, tidak cepat habis. Selain itu, penyewaan kereta uap juga tidak bisa sewaktu-waktu. Terlebih lagi untuk kereta bergerigi yang dipakai rute Ambarawa – Bedono. Kereta ini hanya bisa melayani perjalanan sebulan sekali dan bookingnya harus 2 minggu atau sebulan sebelumnya. Untuk penyewaan bisa menghubungi kantor pemesanan di Semarang, bukan di Ambarawa. Hal ini karena perjalanan kereta perlu persiapan seperti bahan bakar, urusan administrasi, masinis dan kru lainnya harus disiapkan dari Semarang. Sewanya pun harus 2 gerbong sekalian karena memang rangkaian keretanya sudah jadi satu. Sayangnya, sampai Desember 2018, penyewaan kereta uap jalur Ambarawa – Bedono ini sudah fullbooked.

Museum Kereta Api Ambarawa - setyodewi.com 27

Nah kalau teman-teman penasaran, datang aja langsung ke museum kereta api Ambarawa. Museum buka setiap hari jam 8-17. Lokasinya ada di Jl Stasiun No. 1 Ambarawa, desa Panjang, kecamatan Ambarawa, kabupaten Semarang. Kalau dari arah Jakarta, ambil arah Semarang – Yogya. Setelah sampai di monumen Palagan Ambarawa, belok ke kiri kurang lebih 500 meter sudah sampai di lokasi. Kalian juga bisa sekalian eksplor tempat-tempat wisata di Ambarawa dan sekitarnya.

Kontak pemesanan kereta wisata:

Unit Pengusahaan Aset Daop IV Semarang PT KAI, Jl. Thamrin No. 3 Semarang, Telp. 024-3554822.

Tagged ,

46 thoughts on “Asyiknya Wisata Sejarah di Museum Kereta Api Ambarawa

  1. Dulu paling males yang namanya diajak ke musium, karena kesannya kuno dan ngebosenin. Tapi setelah datang kebeberapa musium dan membaca sejarah yang ada, entah kenapa jadi suka. Musium kereta api ambarawa ini juga jadi salah satu musium yang pengen banget aku datengin

  2. Aku beberapa kali ke Semarang tapi belom pernah kesini. Maklum, ke kota lumpia cmn sekedar transit.. 😅
    Next kepengen juga sih ke daerah kabupatennya yang gak kalah bagus baik wisata alam maupun sejarahnya, salah satunya Museum Ambarawa..

  3. Akhirnya rilis juga tulisan ini mbak dew hehe
    Kereta wisata yang sewa mahal juga ya, aku penasaran sama kereta wisata deh. Pengen cobain, Jadi kapan mbak dew mau ajak aku ke sini dan cobain kereta wisata reguler?

  4. Lengkap banget mbak dewi ulasannya. Aku jadi merasa bkn apa2 kalo mereview sesuatu hehe. Bisa belajar dr mba dewi.
    Btw aku kan anker nih hahaha ga banger lah ya belum pernah ke sana. Tp mayan sih yaa ke Ambarawa. Semoga berkesempatan deh buat berkunjung ke Ambarawa biar kesan ankernya lebih deep hahaha

  5. Whoaaa… Pas berkunjung justru langsung tiga kali, Kak Dew. Terniaaaaat…. Hehehe…. Walaupun mahal, ternyata tetep full booked yah itu sewa keretanya, kereeen. Kapan-kapan mampir ke Ambarawa dan lihat museum kereta apinya deh. Thank You reviewnya Kak Dew. 😘😘

  6. Hmmm menarik juga buat dicoba, jadi pengen langsung ke sana. Kapan-kapan semoga bisa ke sana dan berfoto ria. Sepertinya menarik banget buat jadi spot foto..
    Makasih mba buat inspirasinya..

  7. “Rute ini juga yang menggunakan rel dan kereta bergerigi yang mampu menaiki jalur rel dengan kemiringan 60 derajat per mil.”
    Ini beneran mbak? Kalau iya, jalurnya termasuk curam juga. Berarti keretanya cukup kuat karena bisa melalui jalur seperti itu.

  8. oooh…ini dah liat poto potonya duluan di IG…ulasannya ini tooh, kayanya ga kesampean naik kereta wisatanya ya mbak, Ambarawa-Tuntang….kalau seempet naik penasaran sama view pemandangannya…

  9. Beuuh lengkap banget ulasannya. Kalo yang bikin aku mungkin cuma isi foto mbak-mbak dg pose ala-ala :))
    Btw deket banget ya ini sama rumah Mbak Dewi. Bisa sering2 ke sini deh nikmatin kereta jadul.

  10. Mbak Dewi euy.. Saya kan jadi ‘terganggu’ pengen naik kereta wisata di museum kereta api Ambarawa. Berapa kali sudah bayar OT ke sana tapi gagal terus. Nah dengan informasi selengkap yang mbak sampaikan, sepertinya ndak perlu dengan OT ya kesana. Terimakasih mbak

  11. Kesini serasa menikmati transportasi kereta api masa lalu. Apalagi dengan adanya kereta api wisata. Dulu sering kesini, karena sempat pengabdian masyarakat di Rawa Pening.

  12. Aku beruntung sudah pernah ke sini dan naik keretanya keliling. Keren banget sih ini. Itu tulisan I love Ambarawa-nya sudah dicat kuning ya. Dulu sih merah, jadi warnanya lebih kontras dan keren untuk difoto.

  13. Lengkap banget, foto-fotonya bikin aku pengen ke Ambarawa. Memang naik kereta api itu menyenangkan sudah ga macet, tikernya murah pula. Sebagai penyuka kereta harus banget nih ke museumnya

  14. Informatif dan lengkap tulisannya. Penasaran sama kereta apa bergerigi. Relnya seperti rantai dong ya kak?

    Kereta uap berkisar antara 10-15 juta untuk kapasitas penumpang 40 – 120 orang, 15 juta itu 2 gerbongkan ya kak bukan per orang. Klo 15 jt di bagi 120 orang msing masing 125 rb. Klo itu per orang mahal sih.

  15. Boleh nih kalo libur kesini. Murah meriah deket pula. ga jauh dari Jakarta kan ya?
    Belom pernah ke museum ini. Jadi kepengen selfie sama kereta.

  16. Kalau melihat bangunan tua stasiun beserta kereta uapnya seakan-akan terbawa pada suasana kolonial belanda sekaligus kagum juga pada bangunan-bangunan tersebut yang masih kokoh berdiri sampai sekarang

  17. Ulasannya lengkap banget, Mbak. Sepertinya menarik nyobain loko uap Ambarawa-Bedono. Cukup mahal sih, tapi baca tulisan Mbak tentang pemandangan yang disuguhkan cukup bikin penasaran nih, hehe. Kalau dihitung-hitung, per orang sekitar 187,500 ya.

  18. Aku bari tahu klo stasiun kereta ini ada hub sana benteng pendem dan untuk kebutuhan militer…
    Keren yah, bnyk juga loko yg ada disana.
    Moga nnti bisa main

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *