All, Arts

Pentas Pertama Memainkan Bonang di SBR Gamelan Festival

Bonang adalah salah satu alat gamelan yang memang saya pengen banget pelajari. Berbeda dengan saron yang berupa bilahan besi dan tinggal dipukul berdasarkan notasi lagu, bonang lebih kompleks cara memainkannya. Di telinga saya bonang menghasilkan irama yang sangat harmonis. Oleh karenanya bisa memainkan bonang adalah kepuasan tersendiri. Karena bonang juga mengisi kekosongan hati, eh nada.. hehe. Di kala saron atau alat lain berhenti, bonang tetap mengisi. Bonang barung (besar) terutama, berperan sebagai pembuka gending dan mengarahkan lagu. Terkadang membentuk jalinan nada yang saling mengisi dengan bonang penerus dan menghiasi gatra atau baris terakhir lagu dengan sekaran. Saat saron hanya memainkan 1 nada, bonang bisa memainkan 2, saat saron memainkan 4 nada terakhir, bonang menghiasinya dengan sekaran 8 nada. Ini yang menurut saya menghasilkan musik yang benar-benar ritmis dan harmonis.  Mungkin kalau teman-teman masih awam terhadap gamelan, istilah-istilah itu enggak dimengerti, tapi terima dulu aja lah yaa.. hehehe.

Saron – bagian depan, Bonang – di belakangnya.

Belajar Memainkan Bonang

“Belajar bonang itu harus sabar.”, kata guru saya master bonang, Mas Achi Hartoyo, hehehe.. Iya main bonang enggak serta merta bisa. Alat pukulnya ada dua, dipegang dua tangan. Tangga nada bonang ada di atas dan bawah, nada tinggi dan rendah. Ada kalanya 1 nada yang sama, atas dan bawah dimainkan berbarengan, ada kalanya berbeda nada dimainkan bergantian. Bagi saya pribadi ini menantang. Untungnya di komunitas Karawitan Bentara Muda, kami dizinkan untuk belajar alat gamelan apa pun. Saya lebih sering memainkan saron kecil atau peking. Tetapi mulai sedikit demi sedikit belajar bonang. Pertama saya belajar memainkan gending ladrang Wilujeng. Gending yang biasanya dimainkan untuk membuka acara atau menyambut tamu, menjadi simbol doa keselamatan (wilujeng). Gending ini levelnya basic kalau bagi pemain bonang. Karena tempo nadanya yang lambat, ladrang Wilujeng jadi mudah dipelajari. Setelah belajar ini, beberapa lama saya belum belajar lagi, hehe.

Baca juga: Aya Aoyagi – Gambaran Antusiasme Warga Jepang terhadap Gamelan

Belajar Main Bonang

Undangan Festival Gamelan

Beberapa minggu lalu tim karawitan Bentara Muda ditawari untuk mengisi acara Festival Gamelan di Sekolah Bogor Raya dan kami pun menyanggupi. Selain untuk menambah pengalaman, bisa menjadi ajang untuk membuktikan kemampuan kami bermain. Nah, kebetulan Mas Achi enggak bisa hadir di event tersebut, sehingga saya ditunjuk menggantikan main bonang, padahal mah belum bisa banget. Mau enggak mau harus belajar lagi, memainkan lagu yang akan dibawakan saat pentas. Ada 4 lagu yang akan kami mainkan dan salah satunya adalah gending iringan tari Gambyong yang agak kompleks. Ini menantang tapi saya merasa harus bisa. Kira-kira 4 kali latihan, saya dan tim siap pentas. Kami diberikan slot waktu menjelang makan siang, lalu kami berpikir mungkin kami bisa menghibur para tamu dengan tetap memainkan lagu di saat mereka makan siang. Panitia pun menyetujui. Kami menyiapkan satu gending tambahan, Mijil Wigaringtyas. Kami akan mainkan ulang lagu yang sudah dimainkan saat pentas plus lagu tambahan tersebut.

SBR Gamelan Festival

Latihan via Youtube

Yang bikin saya deg-degan adalah, gending Wigaringtyas ini belum pernah saya mainkan bonangnya. Cuma saya yang dag dig dug, sedangkan bagi tim udah enggak masalah karena mereka udah biasa memainkannya. Kebetulan saya menjadi narahubung dan saya baru info mengenai tambahan lagu tersebut di H-1. Otomatis saya harus mencari notasi bonang untuk lagu itu dan mempelajari sendiri karena enggak sempat latihan. Untungnya mas Achi malam-malam udah kirimin notasinya. Meskipun enggak lengkap tapi saya bisa cari dan pelajari sendiri dengan melihat video latihan yang pernah saya unggah di youtube. Ndilalahnya malam itu saya ketiduran dan jam 3 pagi baru belajar via youtube. Saya pasang headset, videonya enggak saya lihat, telinga saya fokus ke bonang, tangan saya afirmasi memukul bonang. Udah kayak apaan deh, enggak tahu, haha..Tapi demi suksesnya acara, apapun dilakukan. Gending Wigaringtyas ini favorit, saya suka banget, jadi kayaknya enggak susah mempelajarinya meski enggak latihan.

SBR Gamelan Festival

Sabtu, 21 April 2018, kami siap beraksi. Saya datang lebih pagi untuk melihat situasi panggung dan mengecek gamelan. Auditorium sudah tertata rapi, panggung sudah dihias begitu megah serta ada 2 gunungan di bagian kanan dan kiri.  Ada gamelan jawa di bagian kiri, kendang berbagai ukuran di bagian tengah, serta gamelan bali di bagian kanan.Tema pada festival kali ini adalah ‘The Heritage of Gamelan Nusantara’. Festival diikuti 6 sekolah internasional, yaitu Sekolah Bogor Raya, Nizamia Andalusia, Global Sevilla, ISB, Madania, dan Santa Laurensia. Sekitar 300 lebih penonton adalah para ortu, guru, kepala sekolah dan undangan khusus. Turut hadir Prof Supanggah, guru besar ISI Surakarta, walikota Bogor Bima Arya, serta pejabat dari Kemendikbud. Direktur BBJ pun hadir mendukung kami. SBR Gamelan Festival ini diadakan tak lain bertujuan untuk melestarikan gamelan sebagai budaya tradisional bangsa.

Suasana auditorium sebelum terisi penonton.
Penampilan Sekolah Santa Laurensia

Guest Star

Seneng banget kami diundang sebagai guest star di acara festival ini. Sebelum naik panggung, saya mewakili tim sempat diwawancarai oleh MC tentang komunitas Karawitan Bentara Muda dan lagu yang akan kami mainkan. Karena ini festival gamelan anak-anak, kami pun memainkan gending yang berirama riang. 15 menit kami menampilkan gending Gambyong Mari Kangen, Srepeg Kupu Kuwi, Menthok-menthok, Solo Berseri dan Prahu Layar. Serta tambahan gending Wigaringtyas di jam istirahat. Waktu tampil 15 menit dan tambahan sekitar ½ jam sudah cukup memuaskan bagi kami. Alhamdulillah penampilan kami berjalan dengan lancar. Apa pun hasilnya kami senang sudah dapat berpartisipasi di acara ini.

Memainkan Bonang
Tim Saron
Tim Saron
Sinden/Gerong
Tim Karawitan Bentara Muda
Bersama Direktur BBJ – Ibu Ika W Burhan

Pentas ini merupakan pentas pertama bagi saya di luar pentas intern Bentara Budaya Jakarta. Pun pentas pertama dengan memainkan bonang. Saya bersyukur sekali mendapatkan kesempatan ini.  Terima kasih untuk segenap rekan-rekan Karawitan Bentara Muda, you rock! Terima kasih juga Mas Achi untuk supportnya, Mbak Ika dan Mbak Nafis dari BBJ yang sudah full support juga. Juga untuk Mbak Niken, Mbak Agatha dan seluruh panitia SBR Gamelan Festival Sekolah Bogor Raya, terima kasih tak tehingga, semoga semakin berjaya tim gamelan SBR!

Tagged , , , , , ,

90 thoughts on “Pentas Pertama Memainkan Bonang di SBR Gamelan Festival

  1. Congrat Mbak Dewi. Salut pisan euy. Terus intens bersama gamelan ya, mbak. Next your perfomance mugi2 saya bisa lihat langsung….

  2. Whaaa…. keren banget! Hebat banget deh latihan bonang cuma via Youtube bahkan gak nyampe sehari sebelum, trus langsung pentas. Budaya lestari karena ada regenerasi!

    1. Ayo dek belajar lagi hehehe. Bonang itu notasinya tetap mengikuti notasi balungan (saron, dll), tetapi cara nabuhnya yang beda, ada macam2: gembyang, pipilan, sekaran, dll. Misalnya kalau saron cuma nabuh angka 2 1, bonang bisa nabuhnya 212 121 (pipilan) bersamaan tempo dengan yang 2 1 tadi, dst. Hehehe.

  3. pengalaman yang seru, tapi kalau inget alat musik ini suka keinget banget dulu setelah selesai main alat2 itu dan udah di simpan di tempatnya tiba2 ada suara2 orang yang lagi mainin gitu. Saya sama temen2 lari terbirit2 ngedengernya. KArena kita yang terahir beresin alatnya dan udah gak ada orang lain lagi.

  4. Mbak Deww, aku salfok sama kakinya. Selama manggung duduk kyk gitu kesemutan ga kak kaki? Soalnya aku duduk gitu 5 menit aja langsung kesemutan 😀

    Btw kereennn kak, apalagi bisa nampilin Gending Wigaringtyas hanya dengan latihan beberapa jam aja.

  5. Antimainstream banget ya, menggeluti budaya di era serba internet seperti sekarang. Salut pokoknya! Btw, sinden yang cowok di tengah itu temenku, tapi dah jarang ketemu. Salam ya mba kalau ketemu lagi, hehe

  6. Wagelaseeh pengalaman bunda satu ini. Salut banget ih.

    Ditambah cara penyampaiannya rapi banget sih bun.

    Anyway, jalan mulu dicariin entar sama daddy, eh apa ini daddy yang fotoin hehehe

  7. jos banget mba Dewi,… Sangat menginspirasi, Semoga bisa menginspirasi juga bagi generasi muda lainnya ya, untuk selalu menjaga, dan bangga serta turut melestarikan kearifan Budaya Indonesia,..btw ditunggu pentas selanjutnya wkwkwk

  8. Asyik ya bisa main alat musik tradisional Jawa. Sembari nguri-uri kebudayaannya 🙂
    Salut buat effort-nya, mbak.

    Kebetulan saya juga suka kebudayaan Jawa, terutama wayang orang dan kulit. Jadi kalau kangen dengerin gending Jawa langsung melipir nonton pementasan wayang.

    Kunjungan perdana ke blog-nya mbak nih 🙂

    Salam, https://jelajahlangkah.wordpress.com/

    1. Waah.. mas Yokhanan suka juga to gending Jawa hehe.. kapan-kapan main ke tempat latihan kami ya Mas, di Bentara Budaya Jakarta, Palmerah.

      Terima kasih sudah berkunjung, aku juga mau jalan-jalan ke blognya hehe..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *