All, Review

Review Buku: I Know You – Miss Hiday

“Everybody is a genius. But if you judge a fish by its ability to climb a tree it will live its whole life believing that it is stupid.” –Albert Einstein

Ini Gue Banget

Saya adalah tipe orang yang maunya banyak. Belum selesai ngerjain satu hal, udah pengen yang lain. Pengen ini dan itu, pengen belajar ini itu. Rasanya semua hal itu menarik buat dipelajari dan dilakukan. Suatu ketika pengen belajar bikin craft, kali lain pengen belajar fotografi. Belum tuntas yang satu, udah pengen lagi yang lain. Duh! Dan sepertinya, semua hal itu bisa saya lakukan. Tapi kok jadinya kurang fokus. Bisa ngerjain apa aja, tapi kayak nanggung, setengah-setengah. Sampai dulu sempat bingung, saya itu bagusnya jadi apa ya? Bagusnya mendalami apa?

Di sisi lain saya juga sadar, saya merasa bisa melakukan banyak hal, bisa multitasking. Lalu saya sangat suka diberi atau mengambil peran. Saya juga merasa sangat mudah beradaptasi di suatu lingkungan baru, ga gampang kagok. Cenderung suka hidup yang tenang, damai, simpel, ga neko-neko. Dan apa pun yang membuat saya bahagia, itulah yang saya lakukan. Satu lagi, saya sangat suka dekat dengan orang. 🙂

Ini kenapa jadi kayak curhat ya..hehe. Tapi tipe-tipe kayak saya ini memang ada lho. Terlebih setelah baca buku I Know You karya Miss Hiday ini. Semua yang saya sebutkan di awal tulisan ini benar-benar persis seperti yang saya rasakan. Saya lebih disadarkan akan sifat-sifat saya setelah baca buku tersebut. Dari judulnya saja buku ini memang bener-bener ‘know me’.  Saya jadi lebih tahu detail, secara personality saya itu kayak apa orangnya.  Seperti cara berpikir saya yang cenderung mengedepankan naluri (insting). Ternyata saya punya indera ketujuh lho! Indera ketujuh atau mata ketiga (third eye). Nah lo apaan tuh! Ya, firasat yang lebih tajam tanpa harus berpikir lama. Dan ini memang beberapa kali saya alami.  Hal-hal yang terlintas di pikiran dan kemudian benar-benar terjadi. Semacam wangsit yang dianugerahkan kepada saya. Tapi ga parah-parah amat lah, belum bisa sih kalau disuruh meramal kayak dukun, mungkin kalau ramalan kayak Dilan sih bisa, haha!

Dari buku ini juga disebutkan bahwa orang seperti saya itu responnya spontan. Kadang enggak mikir panjang langsung bereaksi. Ini yang bikin saya enggak suka basa-basi, to the point, maunya cepat, apa adanya, dan juga senang berpindah fokus dari satu hal ke hal lainnya. Memang iya jadi mudah ter-distract, namun di satu sisi, refleks yang cepat ini bisa sangat membantu terutama untuk hal yang sifatnya urgent. Seperti saat teman saya meminta bantuan untuk mencarikan donor darah bagi kerabatnya yang sedang dirawat di rumah sakit. Saat itu stok darah di PMI habis. Saya langsung kontak sana-sini, nge-tweet ke akun PMI pusat dan PMI daerah, Blood4life, share info ke beberapa grup Whatsapp, dan alhamdulillah mendapat respon yang lumayan cepat juga. Peran yang cepat ini sangat membantu juga dalam hal menolong orang lain.

Pemaparan secara spesifik sifat-sifat saya tersebut sesuai dengan personaliti genetik yang sudah diidentifikasi sebelumnya yang disebut juga dengan mesin kecerdasan. Nah untuk mesin kecerdasan ini, saya memang sudah pernah melakukan tes sebelumnya. Dan dari penjelasan dalam buku ini sesuai mesin kecerdasan tersebut, memang ga salah kalau saya katakan bahwa ya, ini gue banget!

STIFIN – Mesin Kecerdasan (MK)

Mesin Kecerdasan (MK) yang dijelaskan dalam buku ini adalah mesin kecerdasan berdasar konsep STIFIN, yang dalam perkembangan penemuannya disempurnakan oleh Pak Farid Poniman dengan menambahkan satu jenis mesin kecerdasan baru. Pak Farid adalah seorang peneliti di bidang pengembangan diri, yang pada akhirnya juga meneliti tentang belahan otak manusia. Nama STIFIN sendiri adalah singkatan dari masing-masing MK, yaitu S-Sensing, T-Thinking, I-Intuiting, F-Feeling, dan In-Insting. Masing-masing MK tersebut menunjukkan tipe personaliti genetik berdasar belahan otak mana yang dominan. Ternyata ada 5 belahan otak manusia dan masing-masing orang bisa berbeda belahan otak mana yang dominan ia gunakan. Kalau saya sendiri, hasil tes menunjukkan bahwa MK saya adalah Insting, di mana belahan otak yang dominan adalah otak tengah (otak reptil), dan belahan otak lain prosentasenya sama, sehingga ini yang membuat saya  cenderung serba bisa. Nah sifat-sifat si Insting sudah saya share sebagian di awal tulisan ini. Kira-kira penasaran ga dengan MK lainnya? Hehehe..  Kalau dari gambar di bawah ini, temen-temen  bisa tebak enggak  MK temen-temen apa? Kalau penasaran, bisa baca buku ini lebih lanjut dan lakukan tesnya. Ups, bukan iklan.

Sebenernya apa gunanya tahu MK kita? Dengan tahu MK ini, kita bisa memahami diri sendiri, bisa tahu sifat-sifat mendasar, sisi kekuatan dan kelemahan kita, bagaimana kita merespon dan berinteraksi, cara belajar yang efektif, profesi yang sesuai, bahkan bisa untuk cari jodoh sesuai dengan MK yang pas. MK yang pas di sini bukan yang sama, tetapi ada MK tertentu yang sifatnya sebagai pendukung bahkan penakluk MK lainnya sehingga kalau berjodoh akan saling mendukung sesuai karakter masing-masing. Contohnya MK Feeling menaklukkan Thinking, Insting dibikin klepek-klepek oleh Sensing.

Di buku ini, digambarkan secara detail masing-masing MK , karakter, kiat komunikasi, cara belajar, pola belajar, ciri-ciri fisik, motivasi, kaliberasi (cara refreshing) dan kemistri (harta, tahta, cinta, kata, bahagia). Orang Sensing selalu menggunakan sense, berpikir dengan panca indera, ingatannya kuat, sangat rajin, dan kemistrinya mengejar harta. Si Thinking adalah orang yang sangat logis dan rasional, kritis, mengejar tahta dan kaliberasinya berupa wisata alam. Si Intuiting adalah orang yang kreatif, penuh imajinasi, suka “menerbangkan” kata, dalam berkomunikasi suka dengan pengandaian, berpikir ke masa depan. Mereka juga easy going, tidak baperan dan cara refreshing-nya adalah tidur. Hehe.. Orang Feeling itu ramah, penuh perasaan dan emosi, kemistrinya cinta, cenderung sensitif, lebih banyak belajar dengan mendengar, story teller yang baik, pengikutnya banyak. Nah kalau orang Insting kayak saya, kemistrinya bahagia, harta nomor sekian, hehe, dan kaliberasinya adalah silaturahmi dadakan. Jadi kalau mau ajak saya ketemu atau main, mending dadakan aja, it will refresh my mind. Haha.

Parenting

Setelah paham dengan masing-masing karakter, yang tak kalah penting adalah bagaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, baik bagi diri sendiri, komunikasi dengan pasangan, pola pengasuhan anak (parenting), dsb.  Kalau pernah tahu ada istilah malpraktik yang biasanya ada di dunia medis, maka bisa saja lho terjadi dalam hidup sehari-hari. Orang tua pun bisa malpraktik bila salah dalam mendidik anak. Buku I Know You ini sangat lengkap ulasannya tentang parenting, bagaimana menjadi orang tua sukses mulia, yang senantiasa berkomunikasi dengan bahasa cinta kepada orang tercinta. Dibahas pula tentang uniknya seorang anak. Seperti quote Albert Einstein yang saya tulis di awal. Artinya apa? Bahwa setiap anak itu unik dan istimewa, jangan paksa ikan untuk terbang dan jangan paksa burung untuk berenang. Lalu tahunya anak itu ikan atau burung gimana? Orang tuanyalah yang paling tahu. Kenali anak dengan memahami karakternya, sehingga orang tua bisa tahu bagaimana berkomunikasi dengannya, membimbing belajarnya, mengarahkan hidupnya. Buku ini juga membahas bagaimana pengasuhan anak dengan menggunakan konsep mesin kecerdasan. Masing-masing anggota keluarga diidentifikasi terlebih dulu MK-nya apa. Setelah itu ditentukan siapa yang menjadi parent leader-nya (bisa ayah atau ibu), yang akan menentukan arah dan membuat keputusan strategis dalam membangun tim di dalam keluarga. Masing-masing orang tua dengan MK-nya dan anak dengan MK-nya juga dipetakan kombinasi hubungan dan pola asuhnya.

Buku setebal 327 halaman yang ditulis oleh Miss Hiday, seorang psikolog, pengajar di sebuah sekolah, dan juga Direktur STIFIN Institute ini, benar-benar mengupas tuntas tentang bakat dan kecerdasan, menunjukkan kita bagaimana memahami diri dan orang lain terutama keluarga, bagaimana mengoptimalkan kelebihan dan meminimalisir kelemahan. Buku ini ditulis dengan gaya bahasa yang sederhana namun sangat detail, recommended untuk dibaca dan dijadikan panduan dalam membangun diri dan membangun keluarga sukses mulia. Hanya satu saja yang menurut saya kurang dari buku ini, dengan sangat detailnya penjelasan dan menyangkut sisi teknis, mungkin agak sulit dimengerti oleh orang yang betul-betul awam tanpa adanya penjelasan secara langsung.

Tagged ,

43 thoughts on “Review Buku: I Know You – Miss Hiday

  1. PErnah coba STIFIN untuk anak-anak lewat sidik jari. Akurasinya lumayan mendekati. Dan hasilnya kami jadikan referensi saat berinteraksi dengan anak; seperti memberikan motivasi atau pengertian. Pendekatan psikologis tidak melulu untuk anak “bermasalah”. Lebih sebagai referensi/dasar dalam membangun komunikasi. Menurut saya lho yaaa… ^_^

  2. Membaca reviewnya Jadi kepengen juga punya bukunya Mbak Dewi. Mungkin saya juga perlu mengenal diri sendiri Lewat bacaan seperti ini. Saya ingin tahu karakter saya dalam gambaran penulis. Seru kali ya. Nanti cari di toko buku online ah

    1. Hmm agak bingung sih, di satu sisi mas Achi rajiin, terstruktur, dan tough kayak orang Sensing, di sisi lain ada sisi Intuitingnya, kreatif, mencipta, imajinatif, berpikir dengan gambaran besar, hehehe.. Nanti aku bawain primbon MK masing-masing, bisa diintip. 🙂

    1. Salah satunya iya Mbak, mengetahu potensi, selain itu juga kepribadian, kelebihan, peranan, tipe fisik tubuk, kemistri. Untuk intelligence, ada perbandingannya antara stifin dan multiple intelligence. Seperti Sensing yang jenis kecerdasannya memory/phisical quotient , Thinking technical/logical quotient, Insting punya altruist quotient (musical, natural, spiritual), dst. 🙂

  3. Hi Mba Dewi, akhirnya bisa mampir ke blognya.

    Saya udah tes stifin. Hasilnya TI. Nyangkanya insting, karena suka belajar hal-hal yang baru. Tapi ternyata itu di drive dari rasa kepo yang ada di thingking. Hehe.

  4. Waaw keren sekali, terimakasih banyak atas review nya bun. Kami team I KNOW YOU sangat bersyukur dapat berbagi ilmu, semoga bunda dan sahabat lainnya dapat terbantu..sekali lagi kami ucapkan terimakasih banyak

    😇😇

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *